
Sejak dirilisnya Film Laskar Pelangi di jaringan Bioskop 21, kami Rumah Baca Zhaffa sudah berniat akan mengajak anak-anak binaan kami untuk nonton bareng film ini. Kami sangat terkesan dengan resensi-resensi film ini baik di media cetak maupun di elektronik. Sepertinya resensi film ini akan menyisir para maniak film untuk berbondong-bondong datang ke bioskop.
Benar saja, ketika kami datang ke Kalibata Mall untuk memesan tiket "laskar Pelangi" sebanyak 30 tempat duduk, sudah terlihat antrian para penonton untuk memburu tiketnya. Padahal, tiket itu untuk pertunjukan esok harinya. Wah... sungguh membanggakan, sebuah film nasional harus antri dan bersusah-sudah untuk mendapatkannya. Semoga saja perjuangan kami untuk mendapatkan tiket ini sebanding dengan apa yang akan kami lihat besok.
Akhirnya, Senin (6/10), dengan menyewa sebuah Mikrolet dan beberapa sepeda motor kami berangkat ke Kalibata Mall pukul 15.30 dari sekretariat. Ditiket tertera jam pertunjukan pukul 16.30, setelah sampai kami langsung bergegas masuk ke pintu teater 1 yang telah terbuka. Dengan jumlah 30 orang, terdiri dari 5 orang relawan dan 25 anak-anak binaan, maka kami masuk secara bergiliran (kasih contoh anak-anak budaya antri).
Didalam gedung kami arahkan anak-anak duduk sesuai dengan nomor tiket yang dipegang. Semua penonton tampak menikmati jalannya alur cerita film ini. Sesekali terdiam, sesekali tertawa oleh adegan-adengan yang ditampilkan.
Cerita fIlm ini begitu langka untuk bioskop Indonesia, kecuali harus dimulai dari Novel atau kisah nyata. Tapi, untuk membangkitkan semangat menuntut ilmu kepada anak-anak sudha lebih dari cukup. Film yang bercerita tentang perjuangan anak-anak Belitong untuk meraih ilmu ini cukup mengharukan. Mungkin film ini seharusnya di tayangkan secara umum di gedung wakil rakyat, biar mereka bisa menyaksikan bahwa inilah Bangsa Indonesia. Masih banyak anak bangsa yang belum memperoleh pendidikan, terlebih belum adanya sekolah di lingkungan mereka.
Selepas tayangan dari layar bioskop kamipun bergegas untuk pulang. Pulang dengan bayangan -bayangan sendiri tentang apa yang baru saja disaksikan di dalam gedung tadi. Apakah anak-anak yang kami bawa bisa meresapi apa yang terkandung didalam film ini? apa yang akan dilakukan oleh orang-orang setelah menyaksikan film ini? apa yang akan dilakukan oleh bangsa ini setelah film ditayangkan?
Selamatkan anak bangsa, beri kesempatan untuk meraih cita-cita.
Dukung anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis!
Salam
Zhaffa
0 comments:
Posting Komentar