Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Rumah Baca Zhaffa kembali menjadi ruang belajar bersama. Kali ini, kami menerima kunjungan Komunitas Hijau Foundation, Ikatan Pemuda Perempuan Nahdatul Ulama (IPPNU), mahasiswa Universitas Tarumanagara (Untar), mahasiswa Sastra Universitas Indonesia (UI), mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta) serta mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang datang belakangan.
Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana Rumah Baca Zhaffa dapat menjadi laboratorium praktik sosial bagi mahasiswa dan komunitas dari latar belakang yang berbeda.
Mereka tidak hanya datang untuk melihat aktivitas yang berlangsung di rumah baca. Para peserta terlibat dalam proses yang lebih utuh, mulai dari mendiskusikan kebutuhan anak-anak, merancang program, menentukan metode penyampaian materi, membagi tugas, hingga mempraktikkan langsung kegiatan bersama anak-anak.
Sebelum kegiatan dimulai, para relawan mendiskusikan tema yang akan disampaikan. Tema yang dipilih adalah “Kenapa Kita Berbeda?”.
Tema ini berangkat dari kehidupan anak-anak sehari-hari. Di antara mereka, ada perbedaan kesukaan, pilihan warna, model baju, celana, permainan, dan berbagai hal lainnya. Perbedaan tersebut terkadang menjadi bahan ejekan ketika anak-anak belum memahami bahwa setiap orang memiliki pilihan dan karakteristik yang tidak selalu sama.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa berbeda bukan berarti salah. Seseorang boleh menyukai warna yang berbeda, memilih pakaian yang berbeda, atau memiliki permainan favorit yang tidak sama dengan temannya. Perbedaan pilihan bukan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.
Pembahasan juga diperluas pada perbedaan laki-laki dan perempuan, serta pentingnya menghargai keberagaman suku, agama, pilihan, dan latar belakang lainnya. Anak-anak diajak memahami bahwa hidup bersama membutuhkan sikap saling menghormati, kesediaan mendengarkan, dan kemampuan menerima bahwa orang lain tidak harus selalu sama dengan diri kita.
Materi tersebut disampaikan melalui aktivitas yang melibatkan anak-anak secara langsung. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati, menyampaikan pendapat, dan belajar melalui interaksi bersama teman-temannya.
Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk memahami bahwa menyampaikan materi kepada anak-anak membutuhkan persiapan dan metode yang sesuai. Sebuah gagasan yang baik perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang mudah dipahami, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak-anak.
Belajar Merancang, Melaksanakan, dan Mengevaluasi
Salah satu hal penting dari kegiatan kolaborasi di Rumah Baca Zhaffa adalah proses evaluasi setelah aktivitas selesai.
Setelah kegiatan bersama anak-anak berakhir, para relawan dan mahasiswa diajak melakukan refleksi. Kami mendiskusikan bagaimana kegiatan berlangsung, bagaimana respons anak-anak terhadap materi dan metode yang digunakan, serta apa saja hal yang dapat diperbaiki pada kegiatan berikutnya.
Evaluasi ini menjadi bagian penting dari proses belajar. Para relawan dapat melihat bahwa sebuah program tidak cukup hanya dirancang dengan ide yang menarik. Pelaksanaannya perlu memperhatikan kebutuhan peserta, cara berkomunikasi, pembagian peran, dinamika kelompok, serta respons anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Dari proses tersebut, mahasiswa dan relawan belajar bahwa kegiatan sosial bukan sekadar datang, mengadakan acara, lalu pulang. Ada proses memahami masyarakat, membangun hubungan, merancang kegiatan yang relevan, melaksanakan program, dan menilai kembali apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan pengalaman yang bermakna.
Rumah Baca Zhaffa pun belajar dari setiap proses yang berlangsung. Interaksi dengan mahasiswa dan komunitas menghadirkan perspektif baru, ide-ide segar, serta kemungkinan pengembangan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dampingan.
Kolaborasi ini menjadi ruang belajar dua arah. Mahasiswa dan relawan mendapatkan pengalaman praktik di tengah masyarakat, sementara Rumah Baca Zhaffa memperoleh dukungan gagasan, tenaga, dan kreativitas untuk mengembangkan kegiatan literasi dan pembelajaran. (wonk)