Ruang kecil, mimpi besar. Bagi Rumah Baca Zhaffa, kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang terus tumbuh sejak awal perjalanan. Berangkat dari ruang sederhana di Manggarai, Jakarta Selatan, Rumah Baca Zhaffa terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan terbuka bagi anak-anak serta masyarakat.
Namun, perjalanan membangun gerakan literasi tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Ada banyak tantangan yang perlu dijawab, mulai dari keterbatasan fasilitas, pengembangan kapasitas relawan, hingga kebutuhan menghadirkan program yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dari perjalanan itulah, Rumah Baca Zhaffa belajar bahwa kolaborasi bukan hanya tentang mempertemukan banyak pihak, melainkan tentang menyatukan gagasan, berbagi sumber daya, dan menciptakan manfaat yang lebih luas.
Salah satu pendekatan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah kolaborasi pentahelix ABCGM, yaitu Academic, Business, Community, Government, dan Media. Lima unsur ini menjadi gambaran bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peran dalam mendukung keberlanjutan gerakan literasi.
## A — Academic: Kampus Hadir, Pengetahuan Bertumbuh
Bagi Rumah Baca Zhaffa, kampus bukan hanya tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mitra penting dalam mengembangkan program literasi dan meningkatkan kapasitas pengelola serta relawan.
Kolaborasi bersama kalangan akademisi telah menghadirkan berbagai pengalaman dan pengetahuan baru. Salah satunya adalah kerja sama dengan dosen Universitas Bina Nusantara dalam pelatihan pengelolaan data digital bagi relawan Rumah Baca Zhaffa. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas relawan dalam mengelola informasi dan mendukung kegiatan organisasi secara lebih baik.
Kolaborasi lainnya dilakukan bersama dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan pengenalan buku budaya Betawi. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga mengenal kekayaan budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.
Selain bersama para dosen, Rumah Baca Zhaffa juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas YAI, Universitas Kristen Indonesia (UKI), President University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Veteran Nasional Jakarta, STMIK Muhammadiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Bakrie, Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Pertamina.
Kehadiran mahasiswa membawa energi, gagasan, serta pendekatan baru dalam menyelenggarakan kegiatan bersama anak-anak. Di sisi lain, Rumah Baca Zhaffa menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat, membangun kepedulian sosial, dan menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.
Ke depan, Rumah Baca Zhaffa juga tengah menyiapkan rencana kerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta untuk magang literasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan, serta dengan Universitas Bunda Mulia untuk program magang mahasiswa Program Profesi Psikologi pada tahun 2028. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program yang lebih memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kolaborasi di bidang pendidikan juga terjalin bersama SMA Sekolah Karakter, Sekolah Alam Cikeas, Jakarta Montessori School, SMPN 49 Jakarta, dan SDN 09 Manggarai. Bahkan degan OSIS SMA Lab School Jakarta sedang menyiapkan program outing pada Mei 2027 tahun depan. Hubungan dengan lembaga pendidikan ini menjadi jembatan untuk memperluas pengalaman belajar, mempertemukan komunitas pendidikan, dan membangun lingkungan yang mendukung perkembangan anak.
Bagi Rumah Baca Zhaffa, kolaborasi dengan dunia akademik membuktikan bahwa pengetahuan akan semakin bermakna ketika tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir dan memberi dampak langsung di tengah masyarakat. Rumah Baca Zhaffa-pun menjadi laboratorium hidup tentang literasi. Dari penulisan tugas sekolah, tugas kuliah, skripsi hingga menjadi sumber dalam penyusunan thesis.
## B — Business: Dukungan Dunia Usaha untuk Keberlanjutan Literasi
Membangun ruang belajar yang nyaman dan menghadirkan program yang berkualitas membutuhkan dukungan sumber daya. Karena itu, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Rumah Baca Zhaffa.
Berbagai kolaborasi telah dilakukan bersama perusahaan dan mitra bisnis, di antaranya McDonald's Indonesia, PLN Peduli, SMI, Gramedia, Kelas Pintar, BAF, Nusantara Pelabuhan Handal (NPH), China Merchant, Majalah CIA, Cetta, Colearn, Edumaster, Fraser Residence Sudirman dan banyak lainnya.
Bentuk dukungannya beragam, mulai dari dukungan terhadap renovasi, pengembangan fasilitas, penyediaan sumber belajar, hingga keterlibatan dalam kegiatan pendidikan dan kreativitas anak.
Salah satu pengalaman yang berkesan adalah kolaborasi bersama McDonald's Indonesia dalam mendukung renovasi Rumah Baca Zhaffa. Serta PLN Peduli yang melengkapi sarana prasarana. Dukungan semacam ini memiliki arti penting karena ruang belajar yang lebih baik dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak untuk membaca, belajar, bermain, dan mengembangkan potensi mereka.
Sementara itu, keterlibatan mitra bisnis lainnya membuka peluang bagi Rumah Baca Zhaffa untuk terus memperkaya sumber belajar dan menghadirkan kegiatan yang lebih beragam.
Kami percaya bahwa kolaborasi dengan dunia usaha tidak harus selalu dimaknai sebagai bantuan dana semata. Lebih dari itu, kolaborasi dapat menjadi pertemuan antara kepedulian sosial, kompetensi profesional, dan kebutuhan nyata masyarakat.
Ketika dunia usaha turut mengambil bagian dalam gerakan literasi, investasi sosial yang dilakukan tidak hanya mendukung sebuah ruang baca, tetapi juga ikut menumbuhkan kesempatan belajar bagi generasi muda.
C — Community: Ketika Komunitas Menjadi Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan
Selain komunitas relawan yang rutin mendukung kegiatan anak-anak, Rumah Baca Zhaffa juga menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas yang memiliki minat terhadap perjalanan, budaya, dan eksplorasi kehidupan masyarakat.
Kunjungan komunitas Lestravida, Peduly Jakarta, Komunitas Jalan TripTis, Ruang Aksi Milenial, ASA Muda Jakarta, Volunfun, Indonesia Youth Volunteer, World Youth Action, Semai Ilmu, Sekolah Literasi Indonesia, Sekolah Relawan, Jelajah Matahari, Forum TBM, Matahari Kecil, Ruang Aksara, Girl UP, Lembaga Manajemen Infak dan lainnya menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Kehadiran komunitas dengan latar belakang dan minat yang beragam membuka kesempatan untuk saling mengenal, berbagi cerita, serta melihat potensi Rumah Baca Zhaffa sebagai ruang perjumpaan yang terbuka.
Bagi Rumah Baca Zhaffa, kunjungan komunitas bukan sekadar agenda silaturahmi. Setiap pertemuan berpotensi melahirkan gagasan baru, memperluas jejaring, dan menghadirkan perspektif berbeda dalam mengembangkan kegiatan literasi.
Semangat ini sejalan dengan program-program Rumah Baca Zhaffa yang menghubungkan membaca dengan pengalaman nyata, termasuk pengenalan sejarah lokal, kebudayaan, pemberdayaan umkm, bimbingan belajar, dan lingkungan melalui kegiatan seperti Jejak Cerita Manggarai.
Kami percaya bahwa literasi dapat tumbuh melalui banyak pintu. Buku menjadi salah satunya, tetapi percakapan, perjalanan, perjumpaan budaya, dan pengalaman langsung juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga.
Dengan membuka ruang bagi komunitas untuk berkunjung dan berkolaborasi, Rumah Baca Zhaffa terus berupaya membangun ekosistem literasi yang inklusif, tempat berbagai gagasan dapat bertemu dan berkembang menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
G — Government: Memperkuat Literasi dan Membuka Jalan Diplomasi Budaya
Perjalanan Rumah Baca Zhaffa tidak hanya tumbuh melalui kolaborasi di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui jejaring literasi yang lebih luas.
Salah satu pengalaman berharga adalah dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (*Direktorat Jenderal Kebudayan sebelumnya) kepada pendiri Rumah Baca Zhaffa dalam kegiatan diplomasi budaya ke Qatar dan Brunei Darussalam. Pengalaman ini menjadi kesempatan untuk membawa cerita, ekspresi budaya, dan kekayaan tradisi Indonesia ke ruang perjumpaan lintas negara.
Bagi Rumah Baca Zhaffa, diplomasi budaya memiliki hubungan erat dengan gerakan literasi. Membaca bukan hanya tentang mengenal kata dan cerita, tetapi juga memahami identitas, menghargai keberagaman, dan membangun dialog dengan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda.
Jejaring tersebut juga diperkuat melalui kunjungan Qatar Reads ke Rumah Baca Zhaffa. Kehadiran mitra literasi internasional ini menjadi ruang pertemuan dan pertukaran pengalaman mengenai upaya menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
Selain itu, Rumah Baca Zhaffa juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam upaya meningkatkan kapasitas pengelola dan relawan. Penguatan kapasitas ini penting agar para penggerak taman bacaan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik dalam menjalankan program literasi.
Kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan serta keterlibatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta melalui kunjungan Duta Baca DKI Jakarta turut memperkaya perjalanan tersebut.
Berbagai pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah dapat membuka banyak pintu bagi taman bacaan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan program, hingga perluasan jejaring dan diplomasi budaya.
Bagi Rumah Baca Zhaffa, setiap kesempatan tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan yang berawal dari lingkungan sederhana pun dapat mengambil bagian dalam percakapan yang lebih luas tentang literasi, kebudayaan, dan hubungan antarmasyarakat.
## M — Media: Menyuarakan Cerita, Memperluas Dampak
Sebuah kegiatan mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi cerita tentang manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang ketika disampaikan melalui media.
Karena itu, Rumah Baca Zhaffa juga membangun kolaborasi dengan media, baik digital maupun cetak untuk memperkenalkan kegiatan, menyampaikan gagasan, dan menyuarakan pentingnya literasi berbasis masyarakat.
Beberapa media yang pernah menjadi ruang kolaborasi adalah, DAAI TV, Antara, TVOne, JakTV, Elshnta, MNC Grup, RRI Pro 2 FM, Radio Pelita Kasih, dan Radio Dakwah UIN Jakarta. Untuk media cetak seperti Tribunnews, Media INdonesia, Rakyat Merdeka, Warta Kota, Hai, ParentsGuide, Annida serta lainnya
Melalui ruang siaran dan percakapan di radio, Rumah Baca Zhaffa berkesempatan berbagi pengalaman mengenai perjalanan taman bacaan masyarakat, kegiatan bersama anak-anak, tantangan dalam mengembangkan gerakan literasi, serta pentingnya dukungan berbagai pihak.
Media memiliki peran yang berbeda dari unsur kolaborasi lainnya. Jika akademisi membantu mengembangkan pengetahuan, dunia usaha mendukung sumber daya, komunitas menggerakkan partisipasi, dan pemerintah memperkuat ekosistem, maka media membantu memperluas jangkauan cerita dan inspirasi.
Cerita tentang kegiatan sederhana di sebuah gang di Manggarai dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat di tempat lain. Pengalaman mengelola taman bacaan masyarakat juga dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang akses pendidikan, partisipasi warga, dan masa depan literasi Indonesia.
Bagi kami, setiap cerita yang dibagikan merupakan kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang terlibat. Sebab, semakin banyak orang mengetahui bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari ruang sederhana, semakin terbuka pula peluang lahirnya inisiatif serupa di lingkungan lainnya.
## ABCGM Bukan Sekadar Konsep, tetapi Cara Bertumbuh Bersama
Perjalanan kolaborasi Rumah Baca Zhaffa memperlihatkan bahwa konsep pentahelix bukan sekadar teori yang dibicarakan dalam forum atau dokumen perencanaan. Konsep ini dapat hadir dalam kegiatan nyata, melalui pertemuan antarmanusia, pertukaran gagasan, dan kesediaan berbagai pihak untuk mengambil peran.
Akademisi membantu memperkaya pengetahuan dan kapasitas. Dunia usaha membuka peluang dukungan sumber daya. Komunitas menghadirkan energi dan partisipasi. Pemerintah memperkuat hubungan dengan ekosistem layanan publik. Media membantu menyebarluaskan cerita dan inspirasi.
Kelima unsur tersebut tidak selalu hadir dalam satu kegiatan yang sama. Namun, ketika masing-masing mengambil peran sesuai kapasitasnya, kolaborasi dapat membangun fondasi yang lebih kuat bagi keberlanjutan sebuah gerakan literasi.
Bagi Rumah Baca Zhaffa, keberhasilan kolaborasi tidak hanya diukur dari berapa banyak lembaga yang pernah bekerja sama. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kerja sama tersebut memberi manfaat bagi anak-anak, meningkatkan kapasitas relawan, memperbaiki kualitas program, dan membuka kesempatan belajar yang sebelumnya belum tersedia.
Kolaborasi juga menjadi proses belajar bagi Rumah Baca Zhaffa sendiri. Kami belajar mengelola kemitraan, memahami kebutuhan setiap pihak, menjaga komunikasi, dan terus berinovasi agar setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas serta memberikan manfaat yang nyata.
Perjalanan ini tentu belum selesai. Masih banyak gagasan yang ingin dikembangkan, lebih banyak anak yang perlu dijangkau, dan lebih banyak pihak yang dapat diajak berjalan bersama.
## Dari Manggarai, Menumbuhkan Mimpi yang Lebih Besar
Rumah Baca Zhaffa lahir dari sebuah ruang kecil, tetapi perjalanan yang telah dilalui menunjukkan bahwa keterbatasan ruang tidak harus membatasi besarnya mimpi.
Melalui kolaborasi ABCGM, Rumah Baca Zhaffa terus berusaha menjadikan taman bacaan masyarakat bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga ruang belajar, ruang bertemu, ruang berkreasi, serta ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat.
Kami percaya bahwa masa depan literasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya buku yang tersedia, tetapi juga oleh seberapa kuat ekosistem yang dibangun untuk mendukung anak-anak belajar dan berkembang.
Karena itu, pintu Rumah Baca Zhaffa akan selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki semangat yang sama: menghadirkan kesempatan belajar, menumbuhkan kepedulian, dan menciptakan perubahan melalui pendidikan serta literasi.
Sebab, ketika banyak pihak memilih untuk bergerak bersama, sebuah ruang sederhana dapat menjadi titik awal bagi perubahan yang lebih besar.
**Rumah Baca Zhaffa — Ruang kecil, mimpi besar.**



















