Siaran RPK FM

Dari Jejak Cerita Manggarai Hingga Siaran Radio

Spesial Hari Kunjung Perpustakaan

Sanggar Zhaffa Membuka Kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan

Duta Baca DKI Jakarta

Duta Baca Datang Untuk Menginspirasi Anak-anak

18 Tahun Rumah Baca Zhaffa

Orang Tua Sudah Menjadi Bagian dari Rumah Baca Zhaffa

Kunjungan dari Tiongkok

Dua orang dari Tiongkok berkunjung ke Rumah Baca Zhaffa untuk menjalin kerjasama kegiatan

Kamis, 22 Oktober 2026

LITERASI BUKAN HANYA TENTANG MEMBACA, TETAPI JUGA TENTANG MEMBERDAYAKAN KELUARGA



Literasi bukan semata-mata tentang bagaimana mendorong anak-anak agar lebih rajin membaca. Lebih dari itu, literasi juga perlu menyentuh kehidupan keluarga, termasuk bagaimana orang tua dapat berdaya, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Melalui kolaborasi antara Rumah Baca Zhaffa dan Lembaga Manajemen Infak (LMI) Jakarta, upaya pemberdayaan keluarga diwujudkan melalui program bantuan dan pendampingan usaha bagi orang tua dari anak-anak yang mengikuti kelas atau aktif berkegiatan di Rumah Baca Zhaffa.

Saat ini, terdapat tiga unit usaha di Manggarai yang mendapatkan pendampingan secara rutin dari LMI Jakarta. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga dampingan mengembangkan usahanya, meningkatkan penghasilan, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, dilaksanakan kegiatan pendampingan yang memasuki pertemuan keempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses untuk melihat perkembangan usaha, mengenali potensi yang dapat dikembangkan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh para pelaku usaha.

Bagi Rumah Baca Zhaffa dan LMI, pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan, kemudian selesai. Ada proses pendampingan dan pemantauan yang direncanakan selama enam bulan pada fase awal. Dengan demikian, perkembangan usaha dapat terus diperhatikan, keberhasilan dapat diperkuat, dan ketika muncul tantangan atau kegagalan, solusi dapat dicari bersama.

Kami percaya bahwa anak yang tumbuh dalam keluarga yang berdaya memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, mendukung anak melalui literasi juga berarti memperhatikan lingkungan keluarga yang mendampingi tumbuh kembangnya.

Semoga ikhtiar kolaborasi Rumah Baca Zhaffa dan LMI Jakarta ini terus berkembang, sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan mandiri. Harapannya, dukungan ini tidak berhenti pada tiga unit usaha, tetapi dapat menjangkau lebih banyak keluarga dampingan di masa mendatang.

Karena literasi bukan hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga membuka jalan bagi keluarga untuk berdaya. (wonk)

Dok Foto:Iffa.


Selasa, 20 Oktober 2026


Tawuran di Manggarai-Jakarta Selatan selalu berulang, apakah peran Rumah Baca Zhaffa bisa menjadi salah satu solusi dalam memberikan tempat yang aman ?

Simak wawancara Founder Rumah Baca Zhaffa - Yudy Hartanto, dalam wawancara bersama RRI Pro 1 FM Jakarta yang dilakukan pada Selasa, 20 Oktober 2026. 


Launching Buku "Mereka yang Memilih Menjadi Cahaya"





Bismillah
Sabtu 24 Oktober 2026 insyaallah kita akan bersua kembali dalam webinar #BeraniJadiBaik &Official Launching Buku "Mereka yang Memilih Menjadi Cahaya" meskipun melalui meeting zoom🤗
Bapak ibu dan rekan rekan diharapkan untuk wajib hadir dalam official buku bapak ibu dan rekan rekan sekalian

🗓️Save the Date:
Hari/Tanggal : 24 Oktober 2026
Waktu : 10.00 - 12.00
Tempat : Zoom Meeting

Daftar sekarang melalui Link 
https://bit.ly/WorkshopBJB 

jangan Sampai ketinggalan. Sampai jumpa di ruang kebaikan✨
Bapak ibu dan rekan rekan semuanya

Senin, 12 Oktober 2026

Kolaborasi ABCGM Rumah Baca Zhaffa: Merawat Mimpi, Menggerakkan Literasi Bersama


Komunias ASA Muda Jakarta

Ruang kecil, mimpi besar.  Bagi Rumah Baca Zhaffa, kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang terus tumbuh sejak awal perjalanan. Berangkat dari ruang sederhana di Manggarai, Jakarta Selatan, Rumah Baca Zhaffa terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan terbuka bagi anak-anak serta masyarakat.


Namun, perjalanan membangun gerakan literasi tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Ada banyak tantangan yang perlu dijawab, mulai dari keterbatasan fasilitas, pengembangan kapasitas relawan, hingga kebutuhan menghadirkan program yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dari perjalanan itulah, Rumah Baca Zhaffa belajar bahwa kolaborasi bukan hanya tentang mempertemukan banyak pihak, melainkan tentang menyatukan gagasan, berbagi sumber daya, dan menciptakan manfaat yang lebih luas.

Salah satu pendekatan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut adalah kolaborasi pentahelix ABCGM, yaitu Academic, Business, Community, Government, dan Media. Lima unsur ini menjadi gambaran bagaimana berbagai pihak dapat mengambil peran dalam mendukung keberlanjutan gerakan literasi.

## A — Academic: Kampus Hadir, Pengetahuan Bertumbuh

Bagi Rumah Baca Zhaffa, kampus bukan hanya tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga mitra penting dalam mengembangkan program literasi dan meningkatkan kapasitas pengelola serta relawan.

Kolaborasi bersama kalangan akademisi telah menghadirkan berbagai pengalaman dan pengetahuan baru. Salah satunya adalah kerja sama dengan dosen Universitas Bina Nusantara dalam pelatihan pengelolaan data digital bagi relawan Rumah Baca Zhaffa. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas relawan dalam mengelola informasi dan mendukung kegiatan organisasi secara lebih baik.

Kolaborasi lainnya dilakukan bersama dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan pengenalan buku budaya Betawi. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak membaca, tetapi juga mengenal kekayaan budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.

Selain bersama para dosen, Rumah Baca Zhaffa juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas YAI, Universitas Kristen Indonesia (UKI), President University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Veteran Nasional Jakarta, STMIK Muhammadiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Bakrie, Politeknik Negeri Jakarta dan Universitas Pertamina.

Kehadiran mahasiswa membawa energi, gagasan, serta pendekatan baru dalam menyelenggarakan kegiatan bersama anak-anak. Di sisi lain, Rumah Baca Zhaffa menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat, membangun kepedulian sosial, dan menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.

Ke depan, Rumah Baca Zhaffa juga tengah menyiapkan rencana kerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta untuk magang literasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan, serta dengan Universitas Bunda Mulia untuk program magang mahasiswa Program Profesi Psikologi pada tahun 2028. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program yang lebih memperhatikan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Siswa/i SMPN 49 Jakarta

Kolaborasi di bidang pendidikan juga terjalin bersama SMA Sekolah Karakter, Sekolah Alam Cikeas,  Jakarta Montessori School, SMPN 49 Jakarta, dan SDN 09 Manggarai. Bahkan degan OSIS SMA Lab School Jakarta sedang menyiapkan program outing pada Mei 2027 tahun depan. Hubungan dengan lembaga pendidikan ini menjadi jembatan untuk memperluas pengalaman belajar, mempertemukan komunitas pendidikan, dan membangun lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, kolaborasi dengan dunia akademik membuktikan bahwa pengetahuan akan semakin bermakna ketika tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir dan memberi dampak langsung di tengah masyarakat. Rumah Baca Zhaffa-pun menjadi laboratorium hidup tentang literasi. Dari penulisan tugas sekolah, tugas kuliah, skripsi hingga menjadi sumber dalam penyusunan thesis.

## B — Business: Dukungan Dunia Usaha untuk Keberlanjutan Literasi

Membangun ruang belajar yang nyaman dan menghadirkan program yang berkualitas membutuhkan dukungan sumber daya. Karena itu, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Rumah Baca Zhaffa.

Berbagai kolaborasi telah dilakukan bersama perusahaan dan mitra bisnis, di antaranya McDonald's Indonesia, PLN Peduli, SMI, Gramedia, Kelas Pintar, BAF, Nusantara Pelabuhan Handal (NPH), China Merchant, Majalah CIA, Cetta, Colearn, Edumaster, Fraser Residence Sudirman dan banyak lainnya.

Bentuk dukungannya beragam, mulai dari dukungan terhadap renovasi, pengembangan fasilitas, penyediaan sumber belajar, hingga keterlibatan dalam kegiatan pendidikan dan kreativitas anak.

Salah satu pengalaman yang berkesan adalah kolaborasi bersama McDonald's Indonesia dalam mendukung renovasi Rumah Baca Zhaffa. Serta PLN Peduli yang melengkapi sarana prasarana. Dukungan semacam ini memiliki arti penting karena ruang belajar yang lebih baik dapat membantu menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak untuk membaca, belajar, bermain, dan mengembangkan potensi mereka.

Sementara itu, keterlibatan mitra bisnis lainnya membuka peluang bagi Rumah Baca Zhaffa untuk terus memperkaya sumber belajar dan menghadirkan kegiatan yang lebih beragam.

Kami percaya bahwa kolaborasi dengan dunia usaha tidak harus selalu dimaknai sebagai bantuan dana semata. Lebih dari itu, kolaborasi dapat menjadi pertemuan antara kepedulian sosial, kompetensi profesional, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Ketika dunia usaha turut mengambil bagian dalam gerakan literasi, investasi sosial yang dilakukan tidak hanya mendukung sebuah ruang baca, tetapi juga ikut menumbuhkan kesempatan belajar bagi generasi muda.

C — Community: Ketika Komunitas Menjadi Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan

Selain komunitas relawan yang rutin mendukung kegiatan anak-anak, Rumah Baca Zhaffa juga menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas yang memiliki minat terhadap perjalanan, budaya, dan eksplorasi kehidupan masyarakat.

Kunjungan komunitas Lestravida, Peduly Jakarta, Komunitas Jalan TripTis, Ruang Aksi Milenial, ASA Muda Jakarta, Volunfun, Indonesia Youth Volunteer, World Youth Action, Semai Ilmu, Sekolah Literasi Indonesia, Sekolah Relawan, Jelajah Matahari, Forum TBM, Matahari Kecil, Ruang Aksara, Girl UP, Lembaga Manajemen Infak dan lainnya menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Kehadiran komunitas dengan latar belakang dan minat yang beragam membuka kesempatan untuk saling mengenal, berbagi cerita, serta melihat potensi Rumah Baca Zhaffa sebagai ruang perjumpaan yang terbuka.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, kunjungan komunitas bukan sekadar agenda silaturahmi. Setiap pertemuan berpotensi melahirkan gagasan baru, memperluas jejaring, dan menghadirkan perspektif berbeda dalam mengembangkan kegiatan literasi.

Semangat ini sejalan dengan program-program Rumah Baca Zhaffa yang menghubungkan membaca dengan pengalaman nyata, termasuk pengenalan sejarah lokal, kebudayaan, pemberdayaan umkm, bimbingan belajar, dan lingkungan melalui kegiatan seperti Jejak Cerita Manggarai.

Kami percaya bahwa literasi dapat tumbuh melalui banyak pintu. Buku menjadi salah satunya, tetapi percakapan, perjalanan, perjumpaan budaya, dan pengalaman langsung juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga.

Dengan membuka ruang bagi komunitas untuk berkunjung dan berkolaborasi, Rumah Baca Zhaffa terus berupaya membangun ekosistem literasi yang inklusif, tempat berbagai gagasan dapat bertemu dan berkembang menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

G — Government: Memperkuat Literasi dan Membuka Jalan Diplomasi Budaya

Perjalanan Rumah Baca Zhaffa tidak hanya tumbuh melalui kolaborasi di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui jejaring literasi yang lebih luas.

Salah satu pengalaman berharga adalah dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (*Direktorat Jenderal Kebudayan sebelumnya) kepada pendiri Rumah Baca Zhaffa dalam kegiatan diplomasi budaya ke Qatar dan Brunei Darussalam. Pengalaman ini menjadi kesempatan untuk membawa cerita, ekspresi budaya, dan kekayaan tradisi Indonesia ke ruang perjumpaan lintas negara.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, diplomasi budaya memiliki hubungan erat dengan gerakan literasi. Membaca bukan hanya tentang mengenal kata dan cerita, tetapi juga memahami identitas, menghargai keberagaman, dan membangun dialog dengan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda.

Jejaring tersebut juga diperkuat melalui kunjungan Qatar Reads ke Rumah Baca Zhaffa. Kehadiran mitra literasi internasional ini menjadi ruang pertemuan dan pertukaran pengalaman mengenai upaya menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Selain itu, Rumah Baca Zhaffa juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam upaya meningkatkan kapasitas pengelola dan relawan. Penguatan kapasitas ini penting agar para penggerak taman bacaan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik dalam menjalankan program literasi.

Kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan serta keterlibatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta melalui kunjungan Duta Baca DKI Jakarta turut memperkaya perjalanan tersebut.

Berbagai pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah dapat membuka banyak pintu bagi taman bacaan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan program, hingga perluasan jejaring dan diplomasi budaya.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, setiap kesempatan tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan yang berawal dari lingkungan sederhana pun dapat mengambil bagian dalam percakapan yang lebih luas tentang literasi, kebudayaan, dan hubungan antarmasyarakat.

## M — Media: Menyuarakan Cerita, Memperluas Dampak

Sebuah kegiatan mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi cerita tentang manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang ketika disampaikan melalui media.

Karena itu, Rumah Baca Zhaffa juga membangun kolaborasi dengan media, baik digital maupun cetak untuk memperkenalkan kegiatan, menyampaikan gagasan, dan menyuarakan pentingnya literasi berbasis masyarakat.

Beberapa media yang pernah menjadi ruang kolaborasi adalah, DAAI TV, Antara, TVOne, JakTV, Elshnta, MNC Grup, RRI Pro 2 FM, Radio Pelita Kasih, dan Radio Dakwah UIN Jakarta. Untuk media cetak seperti Tribunnews, Media INdonesia, Rakyat Merdeka, Warta Kota, Hai, ParentsGuide, Annida serta lainnya

Melalui ruang siaran dan percakapan di radio, Rumah Baca Zhaffa berkesempatan berbagi pengalaman mengenai perjalanan taman bacaan masyarakat, kegiatan bersama anak-anak, tantangan dalam mengembangkan gerakan literasi, serta pentingnya dukungan berbagai pihak.

Media memiliki peran yang berbeda dari unsur kolaborasi lainnya. Jika akademisi membantu mengembangkan pengetahuan, dunia usaha mendukung sumber daya, komunitas menggerakkan partisipasi, dan pemerintah memperkuat ekosistem, maka media membantu memperluas jangkauan cerita dan inspirasi.

Cerita tentang kegiatan sederhana di sebuah gang di Manggarai dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat di tempat lain. Pengalaman mengelola taman bacaan masyarakat juga dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang akses pendidikan, partisipasi warga, dan masa depan literasi Indonesia.

Bagi kami, setiap cerita yang dibagikan merupakan kesempatan untuk mengajak lebih banyak orang terlibat. Sebab, semakin banyak orang mengetahui bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari ruang sederhana, semakin terbuka pula peluang lahirnya inisiatif serupa di lingkungan lainnya.

## ABCGM Bukan Sekadar Konsep, tetapi Cara Bertumbuh Bersama

Perjalanan kolaborasi Rumah Baca Zhaffa memperlihatkan bahwa konsep pentahelix bukan sekadar teori yang dibicarakan dalam forum atau dokumen perencanaan. Konsep ini dapat hadir dalam kegiatan nyata, melalui pertemuan antarmanusia, pertukaran gagasan, dan kesediaan berbagai pihak untuk mengambil peran.

Akademisi membantu memperkaya pengetahuan dan kapasitas. Dunia usaha membuka peluang dukungan sumber daya. Komunitas menghadirkan energi dan partisipasi. Pemerintah memperkuat hubungan dengan ekosistem layanan publik. Media membantu menyebarluaskan cerita dan inspirasi.

Kelima unsur tersebut tidak selalu hadir dalam satu kegiatan yang sama. Namun, ketika masing-masing mengambil peran sesuai kapasitasnya, kolaborasi dapat membangun fondasi yang lebih kuat bagi keberlanjutan sebuah gerakan literasi.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, keberhasilan kolaborasi tidak hanya diukur dari berapa banyak lembaga yang pernah bekerja sama. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kerja sama tersebut memberi manfaat bagi anak-anak, meningkatkan kapasitas relawan, memperbaiki kualitas program, dan membuka kesempatan belajar yang sebelumnya belum tersedia.

Kolaborasi juga menjadi proses belajar bagi Rumah Baca Zhaffa sendiri. Kami belajar mengelola kemitraan, memahami kebutuhan setiap pihak, menjaga komunikasi, dan terus berinovasi agar setiap kegiatan memiliki tujuan yang jelas serta memberikan manfaat yang nyata.

Perjalanan ini tentu belum selesai. Masih banyak gagasan yang ingin dikembangkan, lebih banyak anak yang perlu dijangkau, dan lebih banyak pihak yang dapat diajak berjalan bersama.

## Dari Manggarai, Menumbuhkan Mimpi yang Lebih Besar

Rumah Baca Zhaffa lahir dari sebuah ruang kecil, tetapi perjalanan yang telah dilalui menunjukkan bahwa keterbatasan ruang tidak harus membatasi besarnya mimpi.

Melalui kolaborasi ABCGM, Rumah Baca Zhaffa terus berusaha menjadikan taman bacaan masyarakat bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga ruang belajar, ruang bertemu, ruang berkreasi, serta ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat.

Kami percaya bahwa masa depan literasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya buku yang tersedia, tetapi juga oleh seberapa kuat ekosistem yang dibangun untuk mendukung anak-anak belajar dan berkembang.

Karena itu, pintu Rumah Baca Zhaffa akan selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki semangat yang sama: menghadirkan kesempatan belajar, menumbuhkan kepedulian, dan menciptakan perubahan melalui pendidikan serta literasi.

Sebab, ketika banyak pihak memilih untuk bergerak bersama, sebuah ruang sederhana dapat menjadi titik awal bagi perubahan yang lebih besar.

**Rumah Baca Zhaffa — Ruang kecil, mimpi besar.**

Selasa, 22 September 2026

Menjadi Detektif Literasi Bersama Anak-anak di Pondok Pinang



Masjid Darussalam, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Minggu (20/09/2026)

Selepas Ashar, suasana Masjid Darussalam, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tampak ramai. Anak-anak mulai berdatangan, begitu pula para relawan yang sudah bersiap untuk mengikuti kegiatan edukasi literasi.

Hari itu, Indonesia Aksi Relawan (IAR) mengadakan kegiatan edukasi bersama anak-anak. Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik adalah hadirnya tim Rumah Baca Zhaffa (RBZ) untuk berbagi materi tentang literasi.



Yudy Hartanto dan Neli Siswanti, pendiri Rumah Baca Zhaffa, hadir bersama Kayla, salah satu relawan yang aktif berkegiatan di Rumah Baca Zhaffa.

Suasana kegiatan terasa akrab sejak awal. Para relawan IAR membuka kegiatan dengan ice breaking yang membuat anak-anak lebih bersemangat. Setelah itu, anak-anak diajak berkenalan satu sama lain sebelum memasuki sesi materi.

Laptop kemudian disambungkan ke layar proyektor. Saat semua sudah siap, sesi Rumah Baca Zhaffa pun dimulai.

Mengenal Rumah Baca Zhaffa

Bunda Neli membuka sesi dengan memperkenalkan Rumah Baca Zhaffa kepada anak-anak.

Bukan hanya tentang nama, anak-anak juga diajak mengenal apa yang dilakukan Rumah Baca Zhaffa, di mana lokasinya, serta berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan bersama anak-anak dan masyarakat.

Setelah perkenalan singkat, tibalah saatnya membahas satu kata yang mungkin sering mereka dengar, tetapi belum tentu mereka pahami secara utuh:

Literasi.

Literasi Itu Apa, Sih?

Karena peserta yang hadir berusia sekitar 6 hingga 13 tahun, materi sengaja dibuat sederhana, ringan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.  Apalagi waktu yang tersedia cukup terbatas. Karena itu, kami tidak ingin anak-anak hanya duduk mendengarkan penjelasan. Kami ingin mereka berpikir, bermain, bertanya, menemukan jawaban, dan berani menyampaikan pendapat.

Yudy kemudian mencoba menjelaskan literasi dengan kalimat sederhana:

“Literasi adalah memahami, berpikir, dan melakukan tindakan untuk digunakan dalam kehidupan.”

Literasi ternyata ada di mana-mana. Tidak selalu harus berhubungan dengan buku. Anak-anak kemudian diajak melihat contoh sederhana yang ada di sekitar mereka.

Misalnya terdapat tulisan:

“Dilarang membuang sampah di lingkungan!”

Apa yang dilakukan ketika melihat tulisan tersebut?
Pertama, kita membaca dan memahami apa yang tertulis.
Kemudian kita berpikir. Mengapa kita dilarang membuang sampah sembarangan? Karena jika sampah dibuang sembarangan, lingkungan menjadi kotor dan dapat menimbulkan berbagai masalah.

Lalu kita bertindak. Setelah memahami pesan tersebut, kita memilih untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Sesederhana itu.


Itulah salah satu contoh literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, literasi bukan hanya tentang membaca buku. Literasi adalah kemampuan untuk memahami informasi, berpikir terhadap informasi tersebut, kemudian mengambil tindakan yang tepat.

Saatnya Menjadi Detektif Literasi!

Agar semakin menarik, anak-anak kemudian diajak bermain sebuah permainan. Hari itu mereka bukan sekadar peserta kegiatan. Mereka menjadi detektif. Anak-anak diberikan sebuah cerita tentang hilangnya sebuah buku. Tugas mereka adalah mencari tahu:

Siapa saja yang diduga terlibat?
Apa saja petunjuk yang ditemukan?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Siapa yang kemungkinan menghilangkan buku tersebut?
Dan yang paling penting, apa buktinya?

Anak-anak membaca cerita yang diberikan, kemudian mulai berdiskusi. Dari permainan tersebut, mereka diajak memahami bahwa menjadi seorang detektif tidak cukup hanya dengan menebak. Seorang detektif harus membaca dengan teliti, mencari informasi, mengajukan pertanyaan, memperhatikan petunjuk, kemudian membuat kesimpulan berdasarkan fakta.

Begitu pula dengan literasi. Ketika kita membaca sesuatu, kita tidak boleh langsung percaya atau asal menyimpulkan. Kita perlu memahami informasi yang kita baca, melihat fakta atau referensi yang tersedia, kemudian mengambil kesimpulan.

Bukan sekadar dugaan. Bukan asal menebak.

Seperti seorang detektif yang mencari kebenaran berdasarkan petunjuk, orang yang literat juga belajar mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dipahaminya.

Berani Membaca, Berani Menjawab

Setelah permainan selesai, anak-anak diajak menjelaskan kembali apa yang mereka pahami tentang literasi. Beberapa anak dengan berani maju ke depan untuk menjawab. Menariknya, keberanian mereka untuk tampil juga mendapatkan apresiasi. Rumah Baca Zhaffa memberikan buku cerita kepada anak-anak yang berani maju dan berbagi jawaban.  Bukan semata-mata karena jawabannya benar. Tetapi karena keberanian untuk berbicara, mencoba, dan menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya adalah bagian penting dari proses belajar.

Tiga Kata, Satu Cerita

Permainan berikutnya tidak kalah menarik. Anak-anak diminta membuat cerita singkat berdasarkan tiga kata: 

Hujan – Kucing – Kotak Misteri.

Mereka kemudian berdiskusi dalam kelompok. Tiga kata sederhana tersebut ternyata bisa melahirkan begitu banyak cerita. Ada yang membuat cerita penuh misteri. Ada yang lucu. Ada pula yang membuat kisah tentang seekor kucing yang menemukan sesuatu di dalam sebuah kotak saat hujan turun. Anak-anak bebas menggunakan imajinasi mereka.

Satu per satu tangan mulai terangkat.

Mereka ingin maju dan menceritakan hasil cerita kelompoknya.

Di sinilah kami melihat bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca tulisan, tetapi juga bagaimana anak mampu mengolah informasi, berpikir, berimajinasi, menyusun gagasan, dan menyampaikannya kepada orang lain.

Literasi Ada di Sekitar Kita

Kegiatan sore itu mungkin hanya berlangsung singkat. Namun dari sebuah permainan sederhana, anak-anak belajar banyak hal. Mereka belajar bahwa untuk menjadi seseorang yang literat, kita perlu:

Membaca.
Memahami.
Bertanya.
Berpikir.
Mencari fakta.
Menyimpulkan.
Dan berani menyampaikan apa yang kita pahami.

Seperti seorang detektif.

Seorang detektif tidak asal menunjuk siapa yang bersalah. Ia mencari petunjuk, membaca informasi, menghubungkan fakta, kemudian mengambil kesimpulan. Begitu pula dengan kehidupan sehari-hari. Ketika mendapatkan sebuah informasi, jangan langsung percaya.

Baca. Pahami. Pikirkan. Periksa. Kemudian bertindak.

Itulah literasi.

Dan ternyata, belajar literasi bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Bisa melalui cerita.
Bisa melalui permainan.
Bisa melalui diskusi.
Bisa melalui imajinasi.
Bahkan bisa dengan bermain menjadi detektif.

Menanamkan Literasi Sejak Dini

Melihat antusiasme anak-anak sore itu, kami kembali diingatkan bahwa menanamkan budaya literasi tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang serius dan kaku. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain sekaligus belajar. Mereka membutuhkan kesempatan untuk bertanya. Mereka membutuhkan kesempatan untuk salah dan mencoba kembali.  Dan yang tidak kalah penting, mereka membutuhkan orang-orang dewasa yang mau mendengarkan gagasan mereka.

Semoga kegiatan sederhana bersama Indonesia Aksi Relawan ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan meninggalkan satu pesan kecil bagi anak-anak:

Bahwa membaca bukan sekadar mengeja kata.
Literasi bukan sekadar membaca buku.
Literasi adalah bagaimana kita memahami dunia, berpikir dengan kritis, dan mengambil tindakan dalam kehidupan.

Terima kasih Indonesia Aksi Relawan atas kesempatan bagi Rumah Baca Zhaffa untuk berbagi.

Semoga semakin banyak ruang belajar yang tumbuh, semakin banyak anak yang berani bertanya, berani membaca, berani berpikir, dan berani menyampaikan gagasannya.

Karena dari ruang-ruang kecil seperti inilah, mimpi-mimpi besar bisa tumbuh.

Rumah Baca Zhaffa
Ruang kecil, mimpi besar.
(wonkzhaffa)

Saatnya Kita Peduli

Mimpi Kita Tentang Ruang Publik JAKARTA, yang Mendukung Kehidupan yang Berkualitas di tumbuhkan dari Sejengkal RUMAH TINGGAL, itulah kami Rumah Baca Zhaffa.

Donasi Untuk kami.
Agar Rumah Baca Zhaffa bisa berkembang dan jumlah buku bisa bertambah serta sarana lebih lengkap, kami mengajak anda para pembaca, donatur. Baik secara individu, organisasi maupun korporat, jangan sungkan-sungkan membantu dan bergabung bersama kami. Kami sangat terbuka untuk kemajuan pendidikan, dukungan anda sangat berarti bagi pendidikan anak Indonesia.
Silahkan kirimkan apa saja, baik baru maupun bekas pakai (tapi masih layak) berupa buku, majalah, buletin, tabloid, mainan edukatif, laptop, infocus, speaker atau dana ke Rumah Baca Zhaffa.

Anda bisa mendongeng, sulap, melukis, tari, operet,teater ataupun apa saja yang bisa meramaikan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, kami mengundang anda untuk bergabung menjadi relawan Rumah Baca Zhaffa.
Silahkan kontak kami.

jika ada perusahaan/lembaga yang ingin menyalurkan CSR-nya kami berikan kompensasi , logo perusahaan akan kami sertakan di setiap liflet/poster/spanduk kegiatan. Juga di http://rumahbaca-zhaffa.blogspot.com/ dan di lokasi Rumah Baca Zhaffa. Jika ada yang ingin urun rembuk mengatasi dana operasional, berapa saja, dengan senang hati dan bahagia kami menerimanya.
alamat Rb Zhaffa Jl. Menara Air VII NO. 30A RT. 07/011 Manggarai – Jakarta,
Telp 081905098709



Donasi Untuk Rumah Baca Zhaffa.
1. Bank BSI, No Rek:79-9999-4045, A/N RUMAH BACA ZHAFFA, Cabang Sudirman, Jakarta.

Jika anda mentransfer donasi , informasikan kembali kepada kami melalui rumahbacazhaffa@gmail.com atau wonkyudyzhaffa@yahoo.com atau 081905098709 (yudy)