hai manusia
betapa sucinya dirimu
betapa pintarnya dirimu
betapa sempurnanya dirimu
betapa tulusnya cinta dan kasihmu padaku
dulu kau adalah yang memberiku makan
dulu kau adalah yang memberiku minum
kau membuat hari-hariku berguna
membuat diriku tumbuh dan berkembang
ah....masa-masa indah bersamamu
hangat belaimu menyapaku dipagi hari
kau rawat dan jaga diriku hingga dewasa
kini semua itu sirna
kini ku sendiri tanpamu
tanpa kau sadari kau meninggalkanku
ini masa-masa sulit untukku
andai saja aku masih ada dalam pelukanmu
kini kau telah pergi
hanya kau yg membuat aku merasa berguna
aku sendiri tanpamu
aku kosong tanpamu
Untuk istriku. Tepat hari ini, 11 Januari, kau berulang tahun. Hari-hari berlalu dengan sangat indah
Kau sellau hadir dalam kesederhanaan yang setia bersamaku. Betapapun menyebalkannya aku, betapapun menjengkelkannya diriku, kau setia disana. Hari demi hari, masalah demi masalah, toh pada akhirnya kita lewati untuk kemudian kita tertawakan bersama. Kamu mengenal dirimu dengan sangat baik, hak-hakmu, kewajibanmu, posisimu. Kamu mengenal akhiratmu dengan baik sehingga kamu mengutamakannya, sama baiknya dengan mengenal duniamu sehingga kamu berhati-hati terhadapnya. istriku, berbaktilah kepadaku karena ridho Allah adalah ridhoku sebagai suamimu. Surgamu adalah ridhoku. jadilah istri yang sholehah karena engkau adalah ibu dari anak kita. Panutan utama bagi anak kita.
istriku, Teruslah seperti ini, engkau adalah perhiasan untukku, engkau adalah penutup segala aibku. Ketahuilah bahwasannya junjungan kita Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda bahwa seindah-indahnya perhiasan didunia ini adalah istri yang sholehah. Maka jadikanlah aku laki-laki yang berbahagia karena memiliki perhiasan yang terindah didunia. Akan kujaga sebaik-baiknya & kupertanggungjawabkan sebenar-benarnya dirimu. Ku mohon kepadamu jangan biarkan aku lalai kepadamu dan pada Allah tuhan kita. Selamat Ulang Tahun Istriku, selamat ulang tahun Bunda Zhaffa
Puisi persembahan untuk Gus Dur berjudul ‘Karena Ayahku’.
Inayah Wahid anak bungsu dari Abdurrahman Wahid begitu terpukul dengan wafatnya Gus Dur.Inayah Wahid begitu sedih ditinggal oleh ayahnya.Namun Inayah mempunyai sebuah Puisi untuk Sang Ayah.Puisi dengan judul ‘Karena Ayahku‘ menjadi pengantar kepergian Gus Dur menghadap sang Khalik.Inayah membuat puisi ini beberapa saat lalu,puisi ini pun sempat ia bacakan di depan sang ayah.Kini sang ayah telah tiada namun Inayah merasa bangga telah membacakan puisi itu di depan Gus Dur.Beginilah isi puisi ‘Karena Ayahku’ karya Inayah Wahid:
‘Karena Ayahku’
Kalau aku orang dermawan karena Ayahku yang mengajarkan
Kalau aku jadi orang toleran, itu karena Ayahku yang menjadi panutan
Kalau aku jadi orang beriman, itu karena Ayahku yang menjadi imam
Kalau aku jadi orang rendah hati, itu karena ayahku yang menginspirasi,
Kalau aku jadi orang cinta kasih, itu karena ayahku memberi tanpa pamrih
Kalau aku bikin puisi ini karena ayahku yang rendah hati.
Mimpi Kita Tentang Ruang Publik JAKARTA, yang Mendukung Kehidupan yang Berkualitas di tumbuhkan dari Sejengkal RUMAH TINGGAL, itulah kami Rumah Baca Zhaffa.
Donasi Untuk kami. Agar Rumah Baca Zhaffa bisa berkembang dan jumlah buku bisa bertambah serta sarana lebih lengkap, kami mengajak anda para pembaca, donatur. Baik secara individu, organisasi maupun korporat, jangan sungkan-sungkan membantu dan bergabung bersama kami. Kami sangat terbuka untuk kemajuan pendidikan, dukungan anda sangat berarti bagi pendidikan anak Indonesia. Silahkan kirimkan apa saja, baik baru maupun bekas pakai (tapi masih layak) berupa buku, majalah, buletin, tabloid, mainan edukatif, laptop, infocus, speaker atau dana ke Rumah Baca Zhaffa.
Anda bisa mendongeng, sulap, melukis, tari, operet,teater ataupun apa saja yang bisa meramaikan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, kami mengundang anda untuk bergabung menjadi relawan Rumah Baca Zhaffa. Silahkan kontak kami. jika ada perusahaan/lembaga yang ingin menyalurkan CSR-nya kami berikan kompensasi , logo perusahaan akan kami sertakan di setiap liflet/poster/spanduk kegiatan. Juga di http://rumahbaca-zhaffa.blogspot.com/ dan di lokasi Rumah Baca Zhaffa. Jika ada yang ingin urun rembuk mengatasi dana operasional, berapa saja, dengan senang hati dan bahagia kami menerimanya. alamat Rb Zhaffa Jl. Menara Air VII NO. 30A RT. 07/011 Manggarai – Jakarta, Telp 081905098709 Donasi Untuk Rumah Baca Zhaffa. 1. Bank BSI, No Rek:79-9999-4045, A/N RUMAH BACA ZHAFFA, Cabang Sudirman, Jakarta.
Jika anda mentransfer donasi , informasikan kembali kepada kami melalui rumahbacazhaffa@gmail.com atau wonkyudyzhaffa@yahoo.com atau 081905098709 (yudy)