Launching Kampung Literasi Manggarai

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Meresmikan Kampung Literasi Manggarai Jakarta

Mural Kampung Literasi

Sejumlah Remaja Membuat Mural Literasi di Menara Air, Manggarai-Jakarta Selatan

Pojok Baca Manggarai

Pojok Baca RW 01 Manggarai di Di Datangi Gubernur DKI Jakarta

Pembukaan Pojok Baca RW. 06 Manggarai

Gubernur DKI Jakarta Meresmikan Pojok Baca RW.06 Manggarai

Anggota DPR Kunjungi Kampung Literasi Manggarai

Anggota DPR RI dari Partai Golkar Melakukan Foto Bersama Anak-Anak Binaan Kampung LIterasi Manggarai

Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2025

Kelas Gratis Kena Pajak



Di sebuah hutan yang lebat dan hijau, hiduplah seekor singa yang bijaksana, Raja Hutan, yang sangat dihormati oleh semua penghuni hutan. Raja Singa dikenal sebagai penguasa yang adil dan cerdas, selalu mencari solusi yang bijak untuk setiap masalah yang muncul. Namun, meskipun Raja Singa dihormati, tidak semua penguasaannya berjalan mulus.


Di bawah Raja Singa, ada seorang Menteri Pajak bernama Kancil, seekor hewan kecil yang sangat cerdik, namun sifatnya sangat licik dan tidak disukai banyak orang. Kancil dikenal sangat tegas dan seringkali memungut pajak yang sangat tinggi dari hewan-hewan yang kesulitan. Salah satunya adalah seekor burung hantu yang baik hati, bernama Hantu, yang mengajar kelas-kelas gratis di hutan.

Hantu adalah seorang guru yang mengajar anak-anak hutan membaca dan menulis. Setiap hari, ia mengajarkan mereka ilmu pengetahuan secara cuma-cuma, karena ia percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap makhluk hidup di hutan. Namun, Kancil merasa bahwa kegiatan Hantu yang mengajar tanpa biaya itu merugikan pendapatan hutan. Karena itu, Kancil memutuskan untuk mengenakan pajak tinggi terhadap Hantu.

“Ini adalah pajak pendidikan yang harus dibayar! Anda mengajarkan ilmu tanpa izin,” kata Kancil dengan suara tegas.

Hantu merasa sangat terkejut dan sedih. Ia tidak pernah membayangkan bahwa untuk memberikan ilmu pada anak-anak hutan, ia harus membayar pajak yang begitu tinggi. Banyak hewan lain yang juga merasa tidak adil dengan keputusan Kancil, namun mereka takut untuk berbicara karena posisi Kancil yang sangat berpengaruh di bawah Raja Singa.

Mendengar keluhan dari banyak hewan yang datang kepada Raja Singa, sang raja pun merasa cemas. Ia memanggil Kancil untuk mendiskusikan masalah ini.

"Kancil, aku mendengar banyak keluhan tentang pajak yang kamu kenakan pada Hantu. Apa alasanmu?" tanya Raja Singa dengan tenang.

Kancil, yang sudah terbiasa dengan cara berbicara yang tajam, menjawab, "Raja, saya hanya menjalankan tugas saya. Pajak ini penting untuk mendukung pengelolaan hutan. Hantu harus membayar karena kegiatan mengajarnya menguntungkan banyak pihak."

Namun, Raja Singa yang bijaksana itu memandang dengan serius dan berkata, "Kancil, apakah kamu tidak menyadari bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk hutan kita? Jika anak-anak hutan belajar, mereka akan menjadi lebih bijaksana dan mampu membantu menjaga hutan ini. Tidak seharusnya kita membebani mereka yang berusaha memberikan manfaat tanpa pamrih."

Kancil terdiam, namun ia masih merasa enggan untuk menerima keputusan Raja Singa. Raja Singa kemudian mengusulkan suatu solusi yang bijak.

"Hantu tidak akan dikenakan pajak untuk kegiatannya mengajar. Sebaliknya, kita akan mengenakan pajak yang adil kepada mereka yang memiliki banyak kekayaan dan tidak berkontribusi pada kesejahteraan hutan ini," kata Raja Singa dengan suara yang tegas.

Kancil akhirnya menyadari kesalahannya dan setuju untuk merevisi kebijakan pajak yang ia terapkan. Semua hewan di hutan merasa lega dan berterima kasih kepada Raja Singa atas kebijaksanaannya. Hantu pun melanjutkan kegiatan mengajarnya tanpa hambatan, dan semakin banyak hewan yang datang untuk belajar. Hutan pun menjadi tempat yang lebih harmonis, dengan setiap makhluknya saling menghormati dan membantu.

Dan sejak saat itu, Kancil belajar untuk lebih bijaksana dalam menjalankan tugasnya, serta menyadari bahwa keberhasilan sebuah hutan tidak hanya bergantung pada kekayaan, tetapi juga pada ilmu pengetahuan dan kebaikan yang diberikan kepada sesama.


#cerita diangkat dari kisah nyata rumah baca zhaffa

Minggu, 13 Februari 2011

AYO DUKUNG PENDONGENG RB ZHAFFA

DUKUNG PENDONGENG CILIK DARI RUMAH BACA ZHAFFA

DALAM LOMBA DONGENG ONLINE DI FACEBOOK AYO DONGENG

Dengan hanya mengklik “like”

CARANYA:

  1. Jadi Teman / gabung di account FB Ayo Dongeng (http://www.facebook.com/people/Ayo-Dongeng/100000175108934)
  2. Tunggu sampai dikonfirmasi oleh Ayo Dongeng
  3. Cari di wall Ayo Dongeng / Older Post : 1. Video Batu Menangis _Rumah Baca Zhaffa_01

2. Video Kera & Ayam_Rumah Baca Zhaffa_02

  1. Klik “Like” pada video tersebut.


Pendongengnya adalah:
1. Alzian - Dongeng Batu Menangis

2. Sofyan - Dongeng Kera & Ayam

Dukungan anda sangat berarti bagi kami yang sedang mencoba membangkitkan kepercayaan diri pada mereka.
Kami hanya membantu mereka sebisa kami, tapi anda juga dapat membantu dengan hanya mengklik "like".
Memang mereka masih banyak kekurangan, tapi dengan bantuan anda maka insya Allah mereka akan semakin percaya diri untuk tampil.

Salam

Yudy Hartanto

Pengelola Rumah Baca Zhaffa

Http://rumahbaca-zhaffa.blogspot.com

Phone 081905098709

Jumat, 05 Juni 2009

Kera Jadi Raja

Kera Jadi Raja
Sang Raja hutan "Singa" ditembak pemburu, penghuni hutan rimba jadi gelisah. Mereka tidak mempunyai Raja lagi. Tak berapa seluruh penghuni hutan rimba berkumpul untuk memilih Raja yang baru. Pertama yang dicalonkan adalah Macan Tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau gitu Badak saja, kau kan amat kuat," kata binatang lain. "Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, aku telah menabrak pohon berkali-kali." "Oh…mungkin Gajah saja yang jadi Raja, badan kau kan besar..", ujar binatang-binatang lain. "Aku tidak bisa berkelahi dan gerakanku amat lambat," sahut gajah.
Binatang-binatang menjadi bingung, mereka belum menemukan raja pengganti. Ketika hendak bubar, tiba-tiba kera berteriak, "Manusia saja yang menjadi raja, ia kan yang sudah membunuh Singa". "Tidak mungkin," jawab tupai. "Coba kalian semua perhatikan aku…, aku mirip dengan manusia bukan ?, maka akulah yang cocok menjadi raja," ujar kera. Setelah melalui perundingan, penghuni hutan sepakat Kera menjadi raja yang baru. Setelah diangkat menjadi raja, tingkah laku Kera sama sekali tidak seperti Raja. Kerjanya hanya bermalas-malasan sambil menyantap makanan yang lezat-lezat.
Penghuni binatang menjadi kesal, terutama srigala. Srigala berpikir, "bagaimana si kera bisa menyamakan dirinya dengan manusia ya?, badannya saja yang sama, tetapi otaknya tidak". Srigala mendapat ide. Suatu hari, ia menghadap kera. "Tuanku, saya menemukan makanan yang amat lezar, saya yakin tuanku pasti suka. Saya akan antarkan tuan ke tempat itu," ujar srigala. Tanpa pikir panjang, kera, si Raja yang baru pergi bersama srigala. Di tengah hutan, teronggok buah-buahan kesukaan kera. Kera yang tamak langsung menyergap buah-buahan itu. Ternyata, si kera langsung terjeblos ke dalam tanah. Makanan yang disergapnya ternyata jebakan yang dibuat manusia. "Tolong…tolong," teriak kera, sambil berjuang keras agar bisa keluar dari perangkap.
"Hahahaha! Tak pernah kubayangkan, seorang raja bisa berlaku bodoh, terjebak dalam perangkap yang dipasang manusia, Raja seperti kera mana bisa melindungi rakyatnya," ujar srigala dan binatang lainnya. Tak berapa lama setelah binatang-binatang meninggalkan kera, seorang pemburu datang ke tempat itu. Melihat ada kera di dalamnya, ia langsung membawa tangkapannya ke rumah.
Pesan Moral : Perlakukanlah teman-teman kita dengan baik, janganlah sombong dan bermalas-malasan. Jika kita sombong dan memperlakukan teman-teman semena-mena, nantinya kita akan kehilangan mereka.

Kamis, 04 Juni 2009

Keledai dan Garam Muatannya


Seorang pedagang, menuntun keledainya untuk melewati sebuah sungai yang dangkal. Selama ini mereka telah melalui sungai tersebut tanpa pernah mengalami satu pun kecelakaan, tetapi kali ini, keledainya tergelincir dan jatuh ketika mereka berada tepat di tengah-tengah sungai tersebut. Ketika pedagang tersebut akhirnya berhasil membawa keledainya beserta muatannya ke pinggir sungai dengan selamat, kebanyakan dari garam yang dimuat oleh keledai telah meleleh dan larut ke dalam air sungai. Gembira karena merasakan muatannya telah berkurang sehingga beban yang dibawa menjadi lebih ringan, sang Keledai merasa sangat gembira ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Pada hari berikutnya, sang Pedagang kembali membawa muatan garam. Sang Keledai yang mengingat pengalamannya kemarin saat tergelincir di tengah sungai itu, dengan sengaja membiarkan dirinya tergelincir jatuh ke dalam air, dan akhirnya dia bisa mengurangi bebannya kembali dengan cara itu.
Pedagang yang merasa marah, kemudian membawa keledainya tersebut kembali ke pasar, dimana keledai tersebut di muati dengan keranjang-keranjang yang sangat besar dan berisikan spons. Ketika mereka kembali tiba di tengah sungai, sang keledai kembali dengan sengaja menjatuhkan diri, tetapi pada saat pedagang tersebut membawanya ke pinggir sungai, sang keledai menjadi sangat tidak nyaman karena harus dengan terpaksa menyeret dirinya pulang kerumah dengan beban yang sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya akibat spons yang dimuatnya menyerap air sungai.
Cara yang sama tidak cocok digunakan untuk segala situasi

Saatnya Kita Peduli

Mimpi Kita Tentang Ruang Publik JAKARTA, yang Mendukung Kehidupan yang Berkualitas di tumbuhkan dari Sejengkal RUMAH TINGGAL, itulah kami Rumah Baca Zhaffa.

Donasi Untuk kami.
Agar Rumah Baca Zhaffa bisa berkembang dan jumlah buku bisa bertambah serta sarana lebih lengkap, kami mengajak anda para pembaca, donatur. Baik secara individu, organisasi maupun korporat, jangan sungkan-sungkan membantu dan bergabung bersama kami. Kami sangat terbuka untuk kemajuan pendidikan, dukungan anda sangat berarti bagi pendidikan anak Indonesia.
Silahkan kirimkan apa saja, baik baru maupun bekas pakai (tapi masih layak) berupa buku, majalah, buletin, tabloid, mainan edukatif, laptop, infocus, speaker atau dana ke Rumah Baca Zhaffa.

Anda bisa mendongeng, sulap, melukis, tari, operet,teater ataupun apa saja yang bisa meramaikan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, kami mengundang anda untuk bergabung menjadi relawan Rumah Baca Zhaffa.
Silahkan kontak kami.

jika ada perusahaan/lembaga yang ingin menyalurkan CSR-nya kami berikan kompensasi , logo perusahaan akan kami sertakan di setiap liflet/poster/spanduk kegiatan. Juga di http://rumahbaca-zhaffa.blogspot.com/ dan di lokasi Rumah Baca Zhaffa. Jika ada yang ingin urun rembuk mengatasi dana operasional, berapa saja, dengan senang hati dan bahagia kami menerimanya.
alamat Rb Zhaffa Jl. Menara Air VII NO. 30A RT. 07/011 Manggarai – Jakarta,
Telp 081905098709



Donasi Untuk Rumah Baca Zhaffa.
1. Bank BSI, No Rek:79-9999-4045, A/N RUMAH BACA ZHAFFA, Cabang Sudirman, Jakarta.

Jika anda mentransfer donasi , informasikan kembali kepada kami melalui rumahbacazhaffa@gmail.com atau wonkyudyzhaffa@yahoo.com atau 081905098709 (yudy)