Siaran RPK FM

Dari Jejak Cerita Manggarai Hingga Siaran Radio

Spesial Hari Kunjung Perpustakaan

Sanggar Zhaffa Membuka Kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan

Duta Baca DKI Jakarta

Duta Baca Datang Untuk Menginspirasi Anak-anak

18 Tahun Rumah Baca Zhaffa

Orang Tua Sudah Menjadi Bagian dari Rumah Baca Zhaffa

Kunjungan dari Tiongkok

Dua orang dari Tiongkok berkunjung ke Rumah Baca Zhaffa untuk menjalin kerjasama kegiatan

Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Oktober 2026

Mewarnai Tawa: Menghidupkan Kegiatan Kerelawanan Lewat Kreativitas dan Persiapan Matang


Menjadi seorang sukarelawan atau volunteer bukan sekadar tentang hadir dan mendampingi, melainkan bagaimana kita bisa menciptakan momen belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak. Salah satu cara terbaik untuk mencapainya adalah melalui aktivitas keterampilan yang menuntut kreativitas mereka.

Tentu saja, aktivitas kreatif ini perlu disesuaikan dengan tema yang dibawakan. Pada kegiatan bersama Amgala Foundation pada Minggu, 25 Oktober 2026, kami mengangkat tema yang sangat dekat dengan dunia anak-anak: Pengenalan Warna.

Belajar Teori dengan Praktik Langsung

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi sederhana. Anak-anak diberikan penjelasan mendasar mengenai apa itu warna primer dan warna sekunder. Namun, belajar teori saja tentu kurang seru bagi mereka.

Di sinilah pentingnya persiapan logistik dan alat kegiatan. Kami menyediakan bahan dan cat warna primer untuk setiap anak, lalu menantang mereka untuk bereksperimen:

Apa yang terjadi jika warna merah dicampur dengan warna kuning?

Warna baru apa yang terpancar saat biru bertemu merah?

Mata mereka berbinar saat melihat perubahan warna di depan mereka sendiri. Proses eksplorasi ini menjadi pengalaman belajar yang aktif dan interaktif.

Puncak Acara: Melukis Topi Kanvas Kesukaan

Setelah memahami konsep pencampuran warna, saatnya menuangkan imajinasi mereka ke dalam media nyata! Acara puncak kreativitas hari itu adalah melukis topi menggunakan cat air.

Untuk mendukung sesi ini, kami telah menyiapkan paket peralatan lengkap untuk masing-masing anak, yang terdiri dari:
  • Paket cat air (dengan warna-warna dasar yang siap dieksplorasi)
  • Kuas lukis berbagai ukuran
  • Topi polosan sebagai media lukis
Anak-anak dibebaskan berkreasi sesuai imajinasi dan keinginan mereka. Ada yang melukis pemandangan, karakter favorit, hingga kombinasi abstrak penuh warna. Senyum bangga terpancar saat mereka melihat topi buatan sendiri siap untuk dipakai.

Mengapa Kebutuhan Alat Sangat Vital dalam Kegiatan Volunteer?

Melalui pengalaman bersama Amgala Foundation ini, kami makin menyadari bahwa kebutuhan alat dan bahan kreativitas adalah hal wajib yang harus dipersiapkan secara matang.

Alat-alat seperti cat, kuas, dan media lukis bukan sekadar barang fisik, melainkan jembatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri. Tanpa persiapan alat yang memadai, pesan edukasi yang ingin disampaikan tidak akan tersampaikan secara maksimal, dan kegembiraan anak-anak pun bisa terhambat.

Kegiatan kerelawanan yang sukses lahir dari niat yang tulus, ide kegiatan yang seru, dan persiapan alat yang lengkap. Mari terus berbagi kebahagiaan dan mengasah kreativitas generasi penerus kita melalui aksi-aksi kerelawanan berikutnya!

Apakah kamu punya pengalaman seru saat menyiapkan kegiatan kerelawanan untuk anak-anak? Bagikan cerita kamu di kolom komentar ya!
(wonk)

Rumah Baca Bukan Sekadar Tempat Membaca : Laboratorium Sosial (3)

Pengalaman menerima kunjungan dari berbagai kampus dan komunitas semakin menguatkan keyakinan kami bahwa rumah baca memiliki peran yang lebih luas daripada menyediakan buku dan mengajak anak-anak membaca.

Rumah baca dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, membangun karakter, menumbuhkan toleransi, mengenalkan teknologi, serta membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenali potensi dirinya.

Di saat yang sama, rumah baca juga dapat menjadi ruang praktik bagi mahasiswa yang ingin memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Teori yang mereka pelajari di ruang kelas dapat dipertemukan dengan realitas di lapangan. Mereka belajar bahwa setiap komunitas memiliki kebutuhan, setiap anak memiliki karakter yang berbeda, dan setiap program membutuhkan pendekatan yang sesuai.

Dalam proses ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan. Mereka belajar menjadi pendengar, pengamat, perancang program, fasilitator, sekaligus pembelajar yang terbuka terhadap evaluasi.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, inilah makna menjadi laboratorium sosial dan literasi. Sebuah ruang tempat ide bertemu kenyataan, pengetahuan dipraktikkan, dan pengalaman menjadi bahan pembelajaran bersama.

Kami percaya bahwa perubahan sosial tidak selalu dimulai dari program besar. Terkadang, perubahan tumbuh dari kegiatan sederhana: anak yang berani menceritakan pengalamannya, anak yang mulai belajar menulis menggunakan laptop, atau anak yang memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk mengejek temannya.

Begitu pula dengan mahasiswa dan relawan. Pengalaman mendampingi anak-anak, berdiskusi dengan pengelola rumah baca, dan mengevaluasi kegiatan dapat menjadi bekal untuk membangun kepekaan sosial di masa depan.

Karena itu, kolaborasi dengan kampus dan komunitas bukan sekadar tentang seberapa sering sebuah kegiatan dilaksanakan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap pertemuan menghasilkan proses belajar, memperkuat hubungan, dan membuka peluang bagi perubahan yang berkelanjutan.

Rumah Baca Zhaffa ingin terus menjadi ruang tempat siapa pun dapat belajar bersama masyarakat, bukan hanya belajar tentang masyarakat. Sebab, ketika gagasan dipertemukan dengan kebutuhan nyata dan dijalankan melalui kolaborasi, rumah baca dapat menjadi tempat tumbuhnya pengetahuan, kepedulian, dan perubahan sosial. (wonk)

Sehari Menjadi Laboratorium Praktik Sosial (2)

Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Rumah Baca Zhaffa kembali menjadi ruang belajar bersama. Kali ini, kami menerima kunjungan Komunitas Hijau Foundation, Ikatan Pemuda Perempuan Nahdatul Ulama (IPPNU), mahasiswa Universitas Tarumanagara (Untar), mahasiswa Sastra Universitas Indonesia (UI), mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta) serta mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang datang belakangan.

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana Rumah Baca Zhaffa dapat menjadi laboratorium praktik sosial bagi mahasiswa dan komunitas dari latar belakang yang berbeda.

Mereka tidak hanya datang untuk melihat aktivitas yang berlangsung di rumah baca. Para peserta terlibat dalam proses yang lebih utuh, mulai dari mendiskusikan kebutuhan anak-anak, merancang program, menentukan metode penyampaian materi, membagi tugas, hingga mempraktikkan langsung kegiatan bersama anak-anak.

Sebelum kegiatan dimulai, para relawan mendiskusikan tema yang akan disampaikan. Tema yang dipilih adalah “Kenapa Kita Berbeda?”.

Tema ini berangkat dari kehidupan anak-anak sehari-hari. Di antara mereka, ada perbedaan kesukaan, pilihan warna, model baju, celana, permainan, dan berbagai hal lainnya. Perbedaan tersebut terkadang menjadi bahan ejekan ketika anak-anak belum memahami bahwa setiap orang memiliki pilihan dan karakteristik yang tidak selalu sama.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa berbeda bukan berarti salah. Seseorang boleh menyukai warna yang berbeda, memilih pakaian yang berbeda, atau memiliki permainan favorit yang tidak sama dengan temannya. Perbedaan pilihan bukan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.

Pembahasan juga diperluas pada perbedaan laki-laki dan perempuan, serta pentingnya menghargai keberagaman suku, agama, pilihan, dan latar belakang lainnya. Anak-anak diajak memahami bahwa hidup bersama membutuhkan sikap saling menghormati, kesediaan mendengarkan, dan kemampuan menerima bahwa orang lain tidak harus selalu sama dengan diri kita.

Materi tersebut disampaikan melalui aktivitas yang melibatkan anak-anak secara langsung. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati, menyampaikan pendapat, dan belajar melalui interaksi bersama teman-temannya.

Bagi para relawan, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk memahami bahwa menyampaikan materi kepada anak-anak membutuhkan persiapan dan metode yang sesuai. Sebuah gagasan yang baik perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang mudah dipahami, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak-anak.

Belajar Merancang, Melaksanakan, dan Mengevaluasi

Salah satu hal penting dari kegiatan kolaborasi di Rumah Baca Zhaffa adalah proses evaluasi setelah aktivitas selesai.

Setelah kegiatan bersama anak-anak berakhir, para relawan dan mahasiswa diajak melakukan refleksi. Kami mendiskusikan bagaimana kegiatan berlangsung, bagaimana respons anak-anak terhadap materi dan metode yang digunakan, serta apa saja hal yang dapat diperbaiki pada kegiatan berikutnya.

Evaluasi ini menjadi bagian penting dari proses belajar. Para relawan dapat melihat bahwa sebuah program tidak cukup hanya dirancang dengan ide yang menarik. Pelaksanaannya perlu memperhatikan kebutuhan peserta, cara berkomunikasi, pembagian peran, dinamika kelompok, serta respons anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Dari proses tersebut, mahasiswa dan relawan belajar bahwa kegiatan sosial bukan sekadar datang, mengadakan acara, lalu pulang. Ada proses memahami masyarakat, membangun hubungan, merancang kegiatan yang relevan, melaksanakan program, dan menilai kembali apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan pengalaman yang bermakna.

Rumah Baca Zhaffa pun belajar dari setiap proses yang berlangsung. Interaksi dengan mahasiswa dan komunitas menghadirkan perspektif baru, ide-ide segar, serta kemungkinan pengembangan program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dampingan.

Kolaborasi ini menjadi ruang belajar dua arah. Mahasiswa dan relawan mendapatkan pengalaman praktik di tengah masyarakat, sementara Rumah Baca Zhaffa memperoleh dukungan gagasan, tenaga, dan kreativitas untuk mengembangkan kegiatan literasi dan pembelajaran. (wonk)


Rumah Baca Zhaffa: Laboratorium Nyata untuk Belajar dan Mempraktikkan Kolaborasi Sosial (1)

Tidak hanya menjadi tempat membaca buku, Rumah Baca Zhaffa juga menjadi ruang belajar bersama, tempat gagasan diuji, metode kegiatan dirancang, dan kolaborasi sosial dipraktikkan secara langsung.

Berulang kali, Rumah Baca Zhaffa menerima kunjungan mahasiswa dari berbagai kampus dan komunitas yang ingin belajar sekaligus melakukan praktik kegiatan sosial bersama anak-anak dampingan. Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar agenda silaturahmi atau kegiatan berbagi kebahagiaan dengan adik-adik. Lebih dari itu, Rumah Baca Zhaffa menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa dan relawan untuk memahami persoalan masyarakat, merancang program, mencoba metode pembelajaran, dan mengevaluasi dampak dari kegiatan yang mereka lakukan.

Dua kegiatan pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan Sabtu, 24 Oktober 2026, menjadi contoh bagaimana kolaborasi tersebut tumbuh menjadi proses belajar bersama yang bermakna.

Dari Ide Menjadi Program: Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UNJ dan Jejak Cerita

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Rumah Baca Zhaffa kedatangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) semester 3. Kedatangan mereka merupakan bagian dari proses praktik untuk menggali ide dan gagasan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dampingan.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, kami berdiskusi mengenai kebutuhan dan program yang dapat dikembangkan bersama. Rumah Baca Zhaffa memiliki gagasan program bernama Jejak Cerita, yaitu sebuah program literasi yang mengajak anak-anak mendokumentasikan cerita dan pengalaman tentang perjalanan, kehidupan, serta lingkungan tempat mereka tumbuh.

Dari diskusi tersebut, mahasiswa akhirnya sepakat untuk mengembangkan program Jejak Cerita sebagai kegiatan praktik mereka.

Anak menuliskan cerita
Konsep yang dirancang tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis biasa. Anak-anak juga akan diperkenalkan dengan literasi digital melalui penggunaan Microsoft Word. Mereka diajak memahami bahwa teknologi bukan hanya untuk bermain atau mencari hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk menuliskan pengalaman, menyimpan pengetahuan, dan menghasilkan karya.

Pada pertemuan pertama, anak-anak diajak mengingat pengalaman ketika bermain permainan tradisional bersama teman-temannya. Mereka diminta menceritakan kembali pengalaman tersebut, menggali hal-hal yang mereka rasakan dan pelajari, serta menemukan nilai-nilai yang muncul dari permainan bersama.


Setelah itu, anak-anak menuliskan cerita mereka di atas kertas. Cerita tersebut kemudian dipresentasikan di depan teman-temannya. Proses ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar menyusun gagasan, mengungkapkan pendapat, dan melatih keberanian berbicara di depan orang lain.

Tahap berikutnya adalah memindahkan cerita yang telah ditulis ke dalam laptop menggunakan Microsoft Word. Anak-anak tidak hanya belajar menggunakan perangkat digital, tetapi juga belajar mengolah pengalaman menjadi sebuah tulisan yang lebih terstruktur.

Pada pertemuan kedua, tulisan-tulisan tersebut direncanakan mulai dirancang menjadi sebuah buku. Dengan demikian, anak-anak dapat melihat bahwa pengalaman sederhana yang mereka miliki ternyata bisa menjadi cerita yang berharga dan layak dibagikan kepada orang lain.

Bagi Rumah Baca Zhaffa, proses ini penting. Anak-anak tidak selalu harus memulai literasi dari buku yang sudah tersedia. Mereka juga bisa belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman bermain, interaksi dengan teman, dan lingkungan tempat mereka tinggal. Dari sanalah cerita tumbuh dan pengetahuan dibangun. (wonk)

Bersambung...


Kamis, 19 Maret 2026

Kegiatan Seru Bersama Kakak Relawan di Rumah Baca Zhaffa

Pada Rabu, 18 Maret 2026, Rumah Baca Zhaffa kedatangan kakak-kakak relawan yang ingin berbagi keceriaan bersama anak-anak binaan. Siang itu, sebanyak 20 anak usia 4–9 tahun hadir untuk mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan yang hangat, kemudian dilanjutkan dengan senam ringan sambil mengenal anggota tubuh. Anak-anak tampak antusias mengikuti gerakan kakak relawan, sambil sesekali melihat contoh gerakan melalui televisi.

Selanjutnya, suasana semakin seru dengan permainan tebak-tebakan menggunakan bahasa Inggris, khususnya mengenal warna dan hewan. Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak belajar berhitung sekaligus melatih keberanian untuk tampil ke depan.

Meskipun kegiatan berlangsung di bulan Ramadan, semangat anak-anak tetap tinggi. Mereka terlihat gembira dan aktif berpartisipasi. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah berupa makanan ringan.

Di akhir kegiatan, seluruh anak mendapatkan pembagian makanan ringan serta uang lebaran. Keceriaan semakin terasa saat mereka saling bersalaman sebelum pulang, dengan wajah penuh senyum.


Terima kasih kepada kakak-kakak relawan yang telah meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan dan menjadi bagian dari cerita indah di Rumah Baca Zhaffa. (@wonkyudy)

Jumat, 11 Februari 2022

Lomba Mewarnai

Halo Adik-adik semua.....

Kali ini kita akan mengadakan kegiatan kembali yaitu ; 


Selain lomba mewarnai, akan ada juga sesi Dongeng dan juga doorprize bagi orang tua yang hadir. 

Berikut informasi ketentuan lomba :
  1. Peserta adalah anggota Rumah Baca Zhaffa atau Kampung Literasi Manggarai dan dikelompokkan menjadia 4 kategori; Tingkat PAUD, Tingkat TK, Tingkat SD 1-3 dan SD 4-6
  2. Total jumlah peserta terbatas 30 anak dari semua kategori.
  3. Peserta WAJIB membawa alat mewarnai sendiri berupa crayon dan meja lipat atau papan untuk alas mewarnai.
  4. Waktu mewarnai 60 menit
  5. Tidak diperkenankan pinjam meminjam alat dengan peserta lain
  6. Orang tua tidak membantu dan tidak diperkenankan di area lomba
  7. Lomba tidak dikenakan biaya atau gratis
  8. Kriteria lomba meliputi komposisi warna (30%), motorik/ketelitian (40%) dan kerapihan/kebersihan (30%
  9. Semua hasil karya menjadi milik Rumah Baca Zhaffa
  10. Keputusan dewan Juri mutlak tidak dapat di ganggu gugat


Timeline Lomba

Pendaftaran                 :  20 -  28 Pebruari 2022 

Pelaksanaan Kegiatan : 5 Maret 2022


Ada hadiah menarik untuk para pemenang.


Informasi dan pendaftaran melalui pesan WhatsApp di nomor 081905098709 atau tombol WA di bawah halaman ini. 

Format Pendaftaran : nama_kelas_sekolah

Yukk..segera daftar!!!. 

Senin, 30 September 2019

Relaunching Rumah Baca Zhaffa Tigaraksa

Serah terima plakat dari PT Tigaraksa Satria kepada Rumah baca Zaaffa

Relaunching Rumah Baca Zhaffa dilakukan pada Kamis sore (26/09/2019) di Manggarai, Jakarta Selatan.

Peresmian kembali Rumah Baca Zhaffa merupakan program pendidikan berupa renovasi rumah baca yang diinisiasi oleh CSR PT Tigaraksa Satria . Program CSR pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kenyamanan rumah baca bagi para pemustaka. 

Bpak Sys Rizal memberikan sambutan peresemian
Relaunching dihadiri oleh General Manager PT Tigaraksa Satria Bapak Sys Rizal dan staff CSR, Onic Esports, Pendongeng Kak Rico, Ketua RW.011 Manggarai, tokoh masyarakat, anak-anak rumah baca dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Bapak Sys Rizal menyampaikan beberapa harapan dengan adanya program ini. “Semoga renovasi yang telah dilakukan PT Tigaraksa Satria ini dapat meningkatkan kenyamanan anak-anak belajar dan membaca sehingga menjadi anak-anak yang berprestasi”, ujarnya.


Peresmian Rumah Baca Zhaffa ditandai dengan penyerahan plakat oleh Bapak Sys Rizal kepada Bapak Yudy Hartanto selaku Pendiri Rumah Baca Zhaffa. dan disertai dengan dibukanya selubung banner “Rumah Baca Zhaffa Tigaraksa”.


Relaunching juga disertai dengan dihadirkannya dongeng oleh Kak Rico sebagai pendongeng nasional dan juga mantan host Hompimpa Global TV. Kehadiran kak Rico sangat menghibur anak-anak dan para tamu yang hadir.

Dongeng oleh Kak Rico
Rumah Baca Zhaffa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Tigaraksa Satria atas dukungannya berupa renovasi ruang sehingga anak-anak akan merasa nyaman berada di rumah Baca Zhaffa. Terima kasih untuk Mas Furqon dan tim CSR yang bolak-balik dari mulai  survei kelayakan, saat pengerjaan dan hingga peresmian ini tidak pernah lelah. 

Akhirnya kami hanya bisa mendokan semoga PT Tigaraksa Satria semakin sukses kedepannya dan semakin bermanfaat untuk masyarakat dan pendidikan anak-anak.
(wonkzhaffa)

Jumat, 13 September 2019

Rumah Baca Zhaffa, Gelar Pertemuan dengan Orang Tuas Siswa



Rumah Baca Zhaffa mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa belajar pada hari Kamis, 12 September 2019. Orang tua yang datang ini merupakan wali dari anak-anak yang belajar di Rumah Baca Zhaffa dari tingkat usia dini hingga kelas 6 SD. 

Pertemuan diadakan untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi sehingga bisa saling bertukar informasi mengenai perkembangan siswa selama ini.

Orangtua juga dapat mengenal bagaimana program, peraturan dan jam belajar sehingga dapat membantu mempersiapkan anak-anaknya mengikuti proses belajar di Rumah Baca Zhaffa.  

Untuk pelajaran yang diikuti adalah Komputer, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PPKN, Sains dan Matematika. Sedangkan jam belajar di mulai dari pukul empat (4) sore hingga jam enam (6) sore.

Rumah Baca Zhaffa juga memberikan kesempatan bagi setiap orangtua untuk menyampaikan masukannya demi kelancaran proses belajar.  Diantaranya diubahnya hari belajar komputer yang seharusnya hari Kamis diubah menjadi hari Senin. Ruangan ditutup agar anak-anak tidak keluar masuk dan juga membawa makanan.



Pada pertemuan ini terjadi komunikasi yang baik dan saling berkomitmen antara Rumah Baca Zhaffa sebagai penyelenggaran kegiatan, orang tua dan siswa itu sendiri untuk belajar dengan penuh semangat dan disiplin, terutama adalah pada saat belajar komputer untuk selalu hadir agar tidak tertinggal. 

Kami rumah Baca Zhaffa mengucapkan terima kasih atas kehadiran orang tua siswa yang hadir.

Walaupun belajar di kami non formal dan bebas biaya tetapi kami berkomitmen untuk memberikan sepenuhnya apa yang kami bisa bantu demi perkembangan belajar anak-anak dalam meraih prestasi.

Program belajar ini didukung penuh oleh Yayasan Generasi Muda Peduli dengan dibantu tim pengajar dari Yayasan Ina Generasi Cerdas.

(wonk/rbz)






Sabtu, 07 September 2019

Tamu RB.ZHAFFA: Abang None Buku Jaksel 2019


(07/09/19) Sabtu Pagi, Rumah Baca Zhaffa (RB.Zhaffa) kembali kedatangan tamu spesial. Kali ini, kami kedatangan Abang None Buku Jakarta Selatan 2019, anak-anak muda yang gemar membaca buku dan peduli dengan gerakan literasi. Mereka adalah Octa,Samantha,Vira,Salwa,Anya,Arif dan Agam.

Abnonku berkumpul bersama anak-anak
Sebenarnya, ada dua orang lagi yang hadir. Namun, karena ada keperluan pribadinya, mau tak mau datang telat dan lupa kami namanya untuk berkenalan.

Dengan mengenakan kaus merah, mereka duduk membentuk lingkaran berdampingan bersama anak-anak di Aula Menara, ruangan tempat kami meminjam sesaat selama proses renovasi RB Zhaffa. Di ruangan itu, anak-anak sudah siap bermain bersama mereka 

Pada kegiatan ini, pertama-tama anak-anak diajak berkenalan dengan Abang None Buku yang dipandu oleh Ka Samantha. Mungkin banyak juga yang belum mengenal apa itu Abang None Buku, Abang None Buku merupakan duta minat membaca buku dan mereka juga memberikan motivasi mengajak siswa-siswi untuk datang berkunjung ke perpustakaan. 

Sambil merapihkan duduk, anak-anak diajak bermain tepuk tangan seperti tepuk semangat dan tepuk ikan.

Ka Vira sedang mendongeng 
Kemudian didalam lingkaran, Ka Vira mulai melakukan sesi mendongeng diceritakan tentang seekor burung jahat (Ka Agam) yang akan memakan manusia, namun dapat dicegah oleh hewan-hewan lainnya seperti anjing (Ka Salwa), kucing (Ka Anya) dan bebek (Ka Arif). 

Selepas cerita berakhir, anak-anak diajak maju kedepan untuk bercerita akan hikmah didalam cerita tersebut. Kehadiran dongeng dari Ka Vira dan teman-temannya sangat membuat anak-anak terhibur dan bergembira karena dongeng dibawakan dengan kompak dan menarik 

Anak-anak mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan
Permainan berikutnya adalah bermain tebak-tebakan, “Siapakah aku, aku memiliki kaki empat,suka bermain di air, kupingku lebar dan memiliki belalai..?  yang cepat angkat tangan dan bisa menjawab akan mendapat hadiah” , sebuah pertanyaan dari ka Arif keluar. Seketika anak-anak berebut tunjuk tangan dan menjawab. Terjadi keriuhan dan seru dengan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.

Gembira dengan bermain tebak-tebakan dan hadiah yang diberikan, anak-anak kembali bermain didalam lingkaran besar dengan duduk ditempat. Permainannya adalah kuncup mekar, yaitu cepat-cepatan menangkap jari telunjuk temannya yang berada di telapak tangan kirinya. 

Peraturannya adalah Ka Salwa akan bercerita dan jika didalam cerita ada kata ayam, maka harus segera menangkap jari telunjuk temannya. Begitu terus mainnya hingga tersisa tiga orang yang berhasil tanpa pernah tertangkap jarinya. 

Beberapa anak tertegun menikmati acara
Keseruan bertambah dengan kegiatan bernyanyi bersama. Lagunya adalah topi saya bundar, dengan syarat pertama kata bundar di ganti dengan ehem...jadi nyanyinya “topi saya ehem...ehem topi saya”. 

Yang kedua adalah kata saya diganti dengan kata lala...”topi lala ehem...ehem topi lala..” kata yang diganti ketiga adalah topi diganti dengan yeye..”yeye lala ehem...ehem yeye lala..”. Wah dengan diganti kata-katanya anak-anak tampak kebingungan tapi jadi menyenangkan tertawa bersama.

Akhirnya acara selesai dengan sesi foto bersama lalu meneriakan..”Abnonku Jaksel..selalu terdepan....Rumah Baca Zhaffa..yes..yes..yes...” .
Dengan diiringi lagu Sayonara Anak-anakpun pulang dengan penuh keceriaan...Sampai jumpa dilain kesempatan lagi...semoga Abnonku Jaksel sukses selalu. (wonk/rbz)

Selasa, 01 Mei 2018

WORKSHOP BARANG BEKAS





Jakarta, RBZ  - Bertempat di Rumah Baca Zhaffa (RBZ), Relawan Mahasiswa Atmajaya, Jakarta dan Deni Rumah Baca mengadakan workshop Pemanfaatan Barang Bekas, pada hari Jumat (20/04) dan hari Rabu (25/04) lalu.



 Acara yang berlangsung dari pukul empat sore hingga pukul enam sore ini melibatkan belasan anak yang diajarkan cara-cara untuk mengolah botol plastik bekas yang ada di sekitar.

Mahasiswa Atmajaya ini terdiri dari empat orang yang diinisiasi oleh Kak Rahel untuk membuat pesawat. Sedangkan Kak Deni dari Deni Rumah Baca membuat miniature ondel-ondel Betawi.
Mereka dengan sabar mendampingi anak-anak yang menjadi peserta workshop. Anak-anak dibekali keterampilan mengolah botol plastik dan kain bekas menjadi barang-barang kreatif. Para peserta berhasil membuat mainan pesawat terbang dan juga ondel-ondel yang bisa dijadikan souvenir. 

Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dengan sangat tekun mereka memotong botol bekas dan menempelkan kertas di badan pesawat. Pada pembuatan ondel-ondel, botol dibagi dua bagian. Satu bagian untuk bagian kepala    dan bagian lainnya untuk badannya. Setelah itu mereka mengecat bagian kepala ondel. Tidak mau kalah dengan anak-anak, kaka relawan juga membantu pembuatan adik-adik kecil yang belum bisa membuat. 

Tujuan kegiatan ini adalah membuka kesadaran anak-anak untuk pentingnya merawat bumi, salah satunya adalah dengan mengolah kembali sampah seperti botol plastic. Diharpkan juga anak-anak akan semakin kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna dan bernilai jual. (wonk/rbz)

Selasa, 27 Maret 2018

Motor Pustaka, Gelar Buku di Pagelaran Seni Budaya Sastra Bekasi.



Anak-anak membaca buku di halaman Gedung Juang 45, Bekasi.



Ada kemeriahan yang luar biasa menghiasi halaman Gedung Joeang 45, dijalan Sultan Hasanudin No.39, Bekasi- Jawa Barat. Hari itu Minggu (25/3) diadakan Pagelaran Seni Budaya Sastra Bekasi.

Pagelaran yang dinisiasi oleh komunitas Selasi dan Lesbumi  ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengangkat budaya Bekasi ke masyarakat luas. 

Kehadiran seniman-seniman Bekasi dan para jawara membuat acara begitu semarak. Mereka menampilkan atraksi kesenian musik, pantun, puisi, pencak silat dan budaya lainnya.

Acara turut dimeriahkan juga oleh Motor Pustaka Zhaffa. Kehadirannya untuk ambil bagian dalam gerakan literasi budaya. 


Dengan gaya khasnya mengenakan ikat kepala, relawan  Motor Pustaka Zhaffa Rian Hamzah menuturkan, bahwa acara ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah sendiri.


Selain turut meningkatkan literasi budaya dengan menggelar buku bacaan, Rian juga membagikan cerita dengan mendongeng kepada anak-anak yang berisikan upaya melestarikan budaya. 

Selama pagelaran ini berlangsung, anak-anak, peserta dan para orang tua memanfaatkan kehadiran motor pustaka.

Gelaran buku ini bebas dibaca siapa aja dan gratis agar  anak-anak dan masyarakat semakin mengenal budaya sendiri dengan  membaca. (wonk/rbz)
Balasan Cepat

Workshop Play Theraphy Bagi Pengelola Taman Bacaan




Peserta Worskhop Play Theraphy berfoto bersama

Irma Gustiana A, M.Psi Psikolog
Mengapa ada anak yang mengalami masalah perilaku dan emosi? Mengapa juga banyak anak yang pasif? 

Salah satu metode yg digunakan untuk mengatasi masalah anak adalah dengan terapi bermain. 

Untuk mengetahui apa itu terapi bermain (play theraphy), Rumah Baca Zhaffa, pada hari Sabtu (24/3) kemarin mengadakan workshop "Play Theraphy" untuk para pengelola taman bacaan dan guru yang bertempat di sekretariat yayasan 1001 buku, Manggarai-Jakarta.

Materi disampaikan oleh Irma Gustiana A, M.Psi, Psikolog Anak dan Remaja yg juga praktisi terapi bermain. 

Acara yang didukung yayasan 1001 buku dan juga Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) DKI Jakarta ini di ikuti oleh 25 peserta.

Dengan kegiatan ini kita sebagai pengelola taman bacaan jadi mulai mengetahui bagaimana menghadapi tamu-tamu kecil nantinya. (wonk/rbz)

Mengaji Yukkk....di Rumah Baca Zhaffa




Setiap Jum'at Sore Rumah Baca Zhaffa ada kegiatan belajar membaca Iqro dan Al Qur'an. Seperti yang dilakukan pada hari Jumat {23/3) kemarin, anak-anak antusias mengikutinya. 

Untuk kelas mengaji ini di bimbing sama Relawan Ka Fitri, dan karena Ka Fitri juga mengajar Bahasa Inggris jadi jadwalnya bergantian dengan belajar Bahasa Inggris. 
Kebetulan Ka Fitri ini sudah bekerja, jadi jadwal liburnya yang satu hari di manfaatkan untuk mengajar mengaji dan Bahasa Inggris. 





Rabu, 21 Maret 2018

Hari Dongeng Sedunia, Motor Pustaka Kunjungi RPTRA

Setiap tanggal 20 Maret diperingati sebagai  Hari Dongeng Sedunia. Berbagai cara dilakukan oleh para pendongeng, komunitas dongeng, taman baca  atau juga yang peduli dengan seni bercerita lisan ini. 


Seperti yang dilakukan oleh Motor Pustaka Zhaffa yang digerakkan oleh relawan Rian Hamzah pada hari ini Rabu (21/3), Motor pustaka memperingatinya dengan melakukan kunjungan ke RPTRA Mutiara Rawa Binong di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur jam 11 siang.

Kegiatan ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan kembali seni bercerita lisan yang mulai ditinggalkan.  

Motor Pustaka Zhaffa hadir dengan menggelar buku-buku bacaan guna menarik minat anak-anak membaca buku. 

Diharapkan dengan membaca buku, anak-anak dapat menceritakan kembali perihal cerita yang mereka baca. 

Sesuai dengan peringatan Hari Dongeng Sedunia, maka kehadiran Motor Pustaka Zhaffa juga diisi dengan kegiatan mendongeng oleh Kak Rian. Anak-anak begitu antusias mendengarkan dongeng yang dibawakan. 

Selain di RPTRA Mutiata Rawa Binong, Motor Pustaka Zhaffa juga mengunjungi Sanggar Hurysrak di daerah padat penduduk Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. 


Kehadiran Motor Pustaka Zhaffa disambut dengan keceriaan anak-anak untuk berebut membaca buku-buku. Tidak hanya menggelar buku tapi juga mengajak anak-anak mendengarkan dongeng dan bermain sulap. 
Semoga saja hal kecil yang dilakukan ini dapat tetap melestarikan budaya bercerita di kalangan masyarakat dan juga dilingkungan keluarga. (wonk/rbz)


Saung Abah di Kunjungi Motor Pustaka Zhaffa

Minggu (18/3) pagi, Motor Pustaka Zhaffa memulai lawatannya ke daerah Bandung, Jawa Barat.

Rian Hamzah, seorang relawan literasi yang juga pendongeng nusantara membawa armada motor pustaka keliling dari perpustakaan Nasional ini melakukan aksi literasi ke Saung Baca Abah yang berlokasi di kampung Mande Kulon RT 3/5, Desa Mekar Mukti Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

 Perjalanan diawali dari pos Rumah Baca Zhaffa pada hari Jumat (16/3) malam dengan menempuh perjalanan sepanjang 102 km. 

Melalui jalur Cibubur - Cileungsi - Jonggol hingga Padalarang, tim disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah khas pegunungan Jawa Barat.


Dengan mengambil tempat sebuah lapangan bola voli aksi literasi yang tim lakukan adalah mendongeng, silaturahmi dengan pengurus dan juga bantuan buku bacaan untuk melengkapi koleksi yang sudah ada. 


Para pengunjung yang hadir pagi hari ini sekitar 60 orang yang terdiri dari 50 anak-anak dan 10 orang tua.

Anak-anak dan orang tua yang hadir sangat merespon positif kunjungan motor pustaka ke Saung Baca Abah. Mereka berharap ada kunjungan rutin untuk menambah semangat anak-anak membaca buku, merekapun begitu terhibur dengan adanya kegiatan mendongeng. (wonk/Rbz)

Minggu, 18 Maret 2018

Yuk Belajar Bahasa Inggris Gratis

Anak-anak Rumah Baca Zhaffa sejak 18 Pebruari 2018 mulai mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan dilakukan setiap hari Jumat pada pukul 4 sore. Pelajaran Bahasa Inggris dipandu oleh relawan Rumah Baca Zhaffa, Kak Fitri. Berikut foto-foto kegiatan belajar Bahasa Inggris.







Saatnya Kita Peduli

Mimpi Kita Tentang Ruang Publik JAKARTA, yang Mendukung Kehidupan yang Berkualitas di tumbuhkan dari Sejengkal RUMAH TINGGAL, itulah kami Rumah Baca Zhaffa.

Donasi Untuk kami.
Agar Rumah Baca Zhaffa bisa berkembang dan jumlah buku bisa bertambah serta sarana lebih lengkap, kami mengajak anda para pembaca, donatur. Baik secara individu, organisasi maupun korporat, jangan sungkan-sungkan membantu dan bergabung bersama kami. Kami sangat terbuka untuk kemajuan pendidikan, dukungan anda sangat berarti bagi pendidikan anak Indonesia.
Silahkan kirimkan apa saja, baik baru maupun bekas pakai (tapi masih layak) berupa buku, majalah, buletin, tabloid, mainan edukatif, laptop, infocus, speaker atau dana ke Rumah Baca Zhaffa.

Anda bisa mendongeng, sulap, melukis, tari, operet,teater ataupun apa saja yang bisa meramaikan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan, kami mengundang anda untuk bergabung menjadi relawan Rumah Baca Zhaffa.
Silahkan kontak kami.

jika ada perusahaan/lembaga yang ingin menyalurkan CSR-nya kami berikan kompensasi , logo perusahaan akan kami sertakan di setiap liflet/poster/spanduk kegiatan. Juga di http://rumahbaca-zhaffa.blogspot.com/ dan di lokasi Rumah Baca Zhaffa. Jika ada yang ingin urun rembuk mengatasi dana operasional, berapa saja, dengan senang hati dan bahagia kami menerimanya.
alamat Rb Zhaffa Jl. Menara Air VII NO. 30A RT. 07/011 Manggarai – Jakarta,
Telp 081905098709



Donasi Untuk Rumah Baca Zhaffa.
1. Bank BSI, No Rek:79-9999-4045, A/N RUMAH BACA ZHAFFA, Cabang Sudirman, Jakarta.

Jika anda mentransfer donasi , informasikan kembali kepada kami melalui rumahbacazhaffa@gmail.com atau wonkyudyzhaffa@yahoo.com atau 081905098709 (yudy)